UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

RPS--AR063
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
MATA KULIAH (MK) KODE Rumpun MK BOBOT (sks) SEMESTER Tanggal Penyusunan
ARSITEKTUR NUSANTARA AR063 Sejarah dan Humaniora T= 2 6 04 Feb 2026
Pengesahan Dosen Pengembang RPS Koordinator RMK Ka PRODI

RR. Sophia Ratna Haryati, S.T., M.Sc.

RR. Sophia Ratna Haryati, ST, M.Sc.

Ani Hastuti Arthasari, S.T., M.Sc.
Capaian Pembelajaran CPL-PRODI yang dibebankan pada MK
CPL04 Menguasai konsep umum sejarah arsitektur, antropologi budaya, dan ilmu perilaku manusia.
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
CPMK611 Menguasai konsep umum antropologi budaya dalam arsitektur nusantara.
Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK)
sub.cpmk.AR063.CPMK611.1 Mampu memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsitektur, namun merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal yang memiliki suatu konsep, norma, dan iklim tropis di nusantara.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.2 Mampu memahami bahwa karakter arsitektur nusantara merupakan bentuk kesemestaan dan kesetempatan yang menterjemahkan kearifan lokal dalam ciri khusus pada bentuk atapnya, materialnya, strukturnya yang tahan gempa, serta banyak area resapan air.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.3 Mampu memberikan rekomendasi implementasi kearifan lokal dalam perkembangannya mengalami perubahan dan penyempurnaan, sebagai bagian budaya yang bersifat dinamis apalagi di era disrupsi, sehingga perlu dimaknai kembali dalam inovasi yang kreatif dalam pembangunan berkelanjutan.
Korelasi CPMK terhadap Sub-CPMK
CPMK611 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1
sub.cpmk.AR063.CPMK611.2
sub.cpmk.AR063.CPMK611.3
Deskripsi Singkat MK Indonesia atau Nusantara merupakan kepulauan yang menjadi silang budaya pergerakan manusia pada abad-abad pra sejarah. Persilangan tersebut pada akhirnya membentuk suatu persebaran budaya yang beraneka ragam. Keragaman budaya arsitektur pun juga memiliki perjalanan panjang diantara budaya suku-suku di Nusantara ini hasil karya budaya tersebut adalah kekayaan arsitektur yang mengagumkan. Arsitektur Nusantara identik dengan arsitektur Indonesia adalah suatu unsur kebudayaan yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan pertumbuhan suatu suku bangsa atau budaya. Sedangkan Budaya terbentuk karena adat istiadat serta tradisi yang berkesinambungan dan mengalami titik tumbuhnya sendiri-sendiri. Hal tersebut menjadi ‘genius logic’ Nusantara. Arsitektur Indonesia / Nusantara yang secara berabad-abad telah menciptakan struktur luar dan struktur dalam bidang bangunan. Dengan mengikuti perkuliahan Arsitektur Nusantara, diharapkan mahasiswa dapat memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsi¬tektur. Arsitektur Nusantara merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal. Arsitektur Nusantara merupakan suatu konsep, norma dan semangat dalam melakukan suatu disain arsitektur. Bentuk bangunan yang menggambarkan Arsitektur Nusantara tidak dapat dikatakan merujuk kepada satu prototype yang baku, namun bentuk yang dilahirkan dari pemahaman arsitektur nusantara bisa berbagai macam bentuk sejalan dengan pemahaman yang digu¬nakan dalam suatu disain arsitekturnya,"
Bahan Kajian : Materi Pembelajaran 1. Bentuk Indonesia yang merupakan negara tropis dan letak gografisnya di kepulauan mempengaruhi bentuk perkembangan arsitektur tradisional yang berkembang menjadi cirikhas dari arsitektur yang ada di Indonesia dan menjadi arsitektur nusantara. 2. Tumbuh kembang arsitektur nusantara sebagai bentuk arsitektur tropis yang berkelanjutan. 3. Arsitektur Nusantara, bukan hanya melingkupi wilayah negara, tetapi wilayah budaya yang jelas teridentifikasi sebagai bagian dari Arsitektur Nusantara. Sama sekali istilah Arsitektur Nusantara tidak dimaksudkan untuk melakukan klaim apapun terhadap urusan negara, justru sebaliknya Arsitektur Nusantara bisa mendekatkan negara yang berbeda untuk tetap menjaga persaudaraan sebagai masyarakat yang memiliki budaya yang sama. 4. Arsitektur nusantara sebagai suatu interpretasi terhadap nilai dan makna nilai kesemestaan dan kesetempatan terhadap arus globalisasi. 5. Tema-tema arsitektur berkelanjutan, ramah lingkungan, tanggap iklim, hemat energi hingga bangunan pintar mempunyai benih-benih yang mengakar di bumi nusantara dan menjadikan Arsitektur Nusantara mempunyai pembeda yang tegas atau kesetempatan yang kuat dibanding arsitektur di belahan dunia lain namun juga mengandung kesemestaan yang setara dengan arsitektur lainnya. 6. Ketepatan Arsitektur Tropis Nusantara lebih mudah terwujud sebagai bagian dari keberlanjutan lingkungan semestanya, walaupun pada kenyataannya kondisi budaya, politik, ekonomi seringkali membuat arsitek melupakan unsur keberlanjutan dengan membuat desain bangunan yang individualistik dan tidak terikat dengan lingkungan sekitamya. 7. Prinsip rumah Tropis Nusantara ramah lingkungan dapat mengambil pelajaran dari tradisi bangunan ramah lingkungan di masa lalu. Tahapan yang dilakukan dalam desain Rumah Tropis Nusantara Ramah Lingkungan di masa lalu 8. Adanya fenomena bahwa keragaman bentuk Arsitektur Tropis Nusantara di beberapa wilayah tropis berada pada iklim yang sama. Faktor budaya akan sangat besar pengaruhnya, terhadap suatu bentuk arsitektur tropis nusantara yang berkembang di Indonesia. 9. Arsitektur nusantara ditumbuhkembangkan oleh berbagai suku bangsa yang beranekaragam di Indonesia. 10. Arsitektur yang berkembang saat ini membuat keberadaan arsitektur nusantara membutuhkan suatu konsep dan metode transformasi yang didasari pemikiran bahwa “globalisasi adalah kesempatan untuk mengglobalkan arsitektur nusantara”. 11. Arsitektur nusantara merupakan arsitektur berbudaya yang memiliki nilai kebhinekaan Indonesia 12. Era globalisasi dapat menyebabkan krisis tampilan yang khas nusantara pada kota-kota di Indonesia yang menyebabkan wajah kota berubah seiring dengan perubahan mode seperti layaknya pada dunia fashion. 13. Penerapan elemen-elemen lokal pada suatu karya arsitektur dan menjadi suatu bentuk arsitektur nusantara yang mengglobal dan dapat mengembalikan identitas lokal dari suatu kota yang memadukannya dengan perkembangan jaman. 14. Wajah kebudayaan menjadi bagian yang telah diciptakan manusia ke dalam sebuah tempat bagi aktifitas manusia dalam bermukim. Ruang-ruang budaya ini mengisi pada bagian-bagian spasial perdesaan dan mungkin juga perkotaan sebagai tempat dalam melakukan aktifitas kolektifnya. 15. Penerapan kearifan lokal dalam desain rancangan bangunan bisa dalam bentuk konsep dan ekspresi baik nilai rupa dan nirupa, sebagai bentuk manifestasI budaya berbasis nilai kearifan lokal menjadi dasar dalam penyusunan program pemajuan kebudayaan dalam pembangunan berkelanjutan di era disrupsi.
Pustaka Utama
  • 1. Knapp, R. G. (2003). Indonesian houses. Periplus Editions.
  • 2. Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi (Edisi revisi). Rineka Cipta.
  • 3. Lombard, D. (2008). Nusa Jawa: Silang budaya (Vol. 1–3). Gramedia Pustaka Utama.
  • 4. Mangunwijaya, Y. B. (2009). Wastu citra: Pengantar ke ilmu budaya bentuk arsitektur, sendi-sendi filsafatnya, beserta contoh-contoh praktis. Gramedia Pustaka Utama.
  • 5. Powell, R. (2001). The new Indonesian house. Tuttle Publishing.
  • 6. Pangarsa, G. W. (2006). Merah Putih Arsitektur Nusantara: Menuju Kesemestaan dan Kesetempatan. Yogyakarta: Andi.
  • 7. Prijotomo, J. (2004). Arsitektur Nusantara: Menuju keniscayaan. Wastu Lanas Grafika.
  • 8. Prijotomo, J. (2018). Membenahi arsitektur Nusantara. Wastu Lanas Grafika.
  • 9. Prijotomo, J. (2018). Pasang surut arsitektur di Indonesia. Wastu Lanas Grafika.
  • 10. Rapoport, A. (1969). House form and culture. Prentice-Hall.
  • 11. Tjahjono, G. (Ed.). (1998). Indonesian heritage: Architecture. Archipelago Press.
Pendukung
  • 12. Schefold, R., Domenig, G., & Nas, P. J. M. (Eds.). (2004). Indonesian houses: Tradition and transformation in vernacular architecture. NUS Press.
  • 13. Frampton, K. (2007). Modern architecture: A critical history (4th ed.). Thames & Hudson.
  • 14. Sumalyo, Y. (1997). Arsitektur modern akhir abad XIX dan abad XX. Gadjah Mada University Press.
  • 15. Ismunandar, K. R. (1986). Joglo: Arsitektur rumah tradisional Jawa. Dahara Prize.
  • 16. Prijotomo, J. (1995). Petungan: Sistem ukuran dalam arsitektur Jawa. Gadjah Mada University Press.
Dosen Pengampu Rr. Sophia Ratna Haryati, S.T., M.Sc.
Mata Kuliah Syarat -
Pertemuan Ke Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK) Penilaian Bentuk Pembelajaran; Metode Pembelajaran; Penugasan Mahasiswa; Materi Pembelajaran Bobot Penilaian
Indikator Kriteria & Teknik Luring Daring
1 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1-Mampu memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsitektur, namun merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal yang memiliki suatu konsep, norma, dan iklim tropis di nusantara.
Mahasiswa memahami bentuk Indonesia yang merupakan negara tropis dan letak gografisnya di kepulauan mempengaruhi bentuk perkembangan arsitektur tradisional yang berkembang menjadi ciri khas dari arsitektur yang ada di Indonesia dan menjadi arsitektur nusantara. Kriteria
Ketepatan menganalisis
Teknik
Diskusi sebagai respon terhadap materi
Kuliah,Presentasi,[PS=50 Menit]
Pemahaman Studi Kasus,Diskusi,[DS=50 Menit]
Pemahaman Materi Mandiri,Self-Directed Learning,[=240 Menit]
Topik
Indonesia yang merupakan negara tropis dan letak gografisnya di kepulauan mempengaruhi bentuk perkembangan arsitektur tradisional yang berkembang menjadi ciri khas dari arsitektur yang ada di Indonesia dan menjadi arsitektur nusantara.
Sub Topik
1. Pengertian arsitektur nusantara.
2. Faktor yang mempengaruhi arsitektur nusantara.
3. Karakter arsitektur nusantara.

  • [1] Hal: All
  • [4] Hal: All
  • [5] Hal: All
0.25
2 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1-Mampu memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsitektur, namun merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal yang memiliki suatu konsep, norma, dan iklim tropis di nusantara.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.2-Mampu memahami bahwa karakter arsitektur nusantara merupakan bentuk kesemestaan dan kesetempatan yang menterjemahkan kearifan lokal dalam ciri khusus pada bentuk atapnya, materialnya, strukturnya yang tahan gempa, serta banyak area resapan air.
Mahasiswa memahami konsep Arsitektur Nusantara, meliputi definisi, proses terbentuknya, keilmuan, entitas, serta keterkaitannya dengan iklim tropis. Mahasiswa juga mampu mengidentifikasi karakter Arsitektur Tropis Nusantara sebagai identitas arsitektur Indonesia yang adaptif terhadap lingkungan, serta memahami konsep kesemestaan dan kesetempatan sebagai landasan perancangan arsitektur Nusantara. Kriteria
Ketepatan menjelaskan
Teknik
Kuis 1 Memberikan pertanyaan : 1. Apa yang dimaksud dengan kesetempatan dalam arsitektur Nusantara? 2.Apa yang dimaksud dengan kesemestaan dalam arsitektur Nusantara? 3.Apa yang dimaksud dengan keberlanjutan dalam arsitektur Nusantara? 4. Berikan contoh bangunan yang dalam desainnya mengangkat nilai-nilai arsitektur nusantara, yaitu nilai kesetempatan, kesemestaan, dan keberlanjutan yang dalam desainnya menerapkan nilai-nilai kearifan lokal dan merespon terhadap kondisi iklim tropis yang ada di Indonesia.
Kuliah,Presentasi,[PS=50 Menit]
Penugasan,Kuis,[K=50 Menit]
Pemahaman Materi Mandiri,Self-Directed Learning,[=240 Menit]
Topik
Tumbuh kembang arsitektur nusantara sebagai bentuk arsitektur tropis yang berkelanjutan
Sub Topik
1. Definisi Arsitektur Indonesia.
2. Proses terbentukya Arsitektur Nusantara.
3. Definisi Keilmuan Arsitektur Nusantara.
4. Kajian entitas arsitektur nusantara.
5. Memaknai Arsitektur Nusantara dengan Iklim Tropis.
6. Temu kenali Arsitektur Tropis Nusantara.
7. Arsitektur nusantara menjadi wujud arsitektur tropis masa kini yang tidak mengaburkan ciri Indonesia.
8. Kesemestaan dan Kesetempatan Aristektur Nusantara.
  • [3] Hal: All
  • [4] Hal: All
  • [5] Hal: All
  • [7] Hal: All
  • [8] Hal: All
5
3 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1-Mampu memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsitektur, namun merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal yang memiliki suatu konsep, norma, dan iklim tropis di nusantara.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.2-Mampu memahami bahwa karakter arsitektur nusantara merupakan bentuk kesemestaan dan kesetempatan yang menterjemahkan kearifan lokal dalam ciri khusus pada bentuk atapnya, materialnya, strukturnya yang tahan gempa, serta banyak area resapan air.
Mahasiswa mampu memahami bahwa istilah Arsitektur Nusantara tidak dimaksudkan untuk melakukan klaim apapun terhadap urusan negara, justru sebaliknya Arsitektur Nusantara bisa mendekatkan negara yang berbeda untuk tetap menjaga persaudaraan sebagai masyarakat yang memiliki budaya yang sama. Kriteria
Ketepatan menjelaskan
Teknik
Diskusi sebagai respon terhadap materi
Kuliah,Presentasi,[PS=50 Menit]
Kuliah,Diskusi,[DS=50 Menit]
Pemahaman Materi Mandiri,Self-Directed Learning,[=240 Menit]
Topik
Arsitektur Nusantara, bukan hanya melingkupi wilayah negara, tetapi wilayah budaya yang jelas teridentifikasi sebagai bagian dari Arsitektur Nusantara.
Sub Topik
1. Redefinisi arsitektur nusantara dan pemaknaan kembali hubungan arsitektur nusantara dengan lingkungan binaan.
2. Arsitektur nusantara kotemporer yang berhubungan dengan kesemestaan dan kesetempatan arsitektur nusantara
3. Arsitektur nusantara merupakan bentuk kearifan berkelanjutan dari tradisi dan kelestarian kebudayaan di Indonesia.
4. Arsitektur nusantara sebagai bentuk kesatuan dari kebhinekanaan budaya yang ada di Indonesia.
5. Tektonika dalam arsitektur nusantara yang merupakan teknologi arsitektur tepat guna.
  • [6] Hal: All
  • [7] Hal: All
  • [8] Hal: All
  • [9] Hal: All
  • [10] Hal: All
0.25
4 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1-Mampu memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsitektur, namun merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal yang memiliki suatu konsep, norma, dan iklim tropis di nusantara.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.2-Mampu memahami bahwa karakter arsitektur nusantara merupakan bentuk kesemestaan dan kesetempatan yang menterjemahkan kearifan lokal dalam ciri khusus pada bentuk atapnya, materialnya, strukturnya yang tahan gempa, serta banyak area resapan air.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.3-Mampu memberikan rekomendasi implementasi kearifan lokal dalam perkembangannya mengalami perubahan dan penyempurnaan, sebagai bagian budaya yang bersifat dinamis apalagi di era disrupsi, sehingga perlu dimaknai kembali dalam inovasi yang kreatif dalam pembangunan berkelanjutan.
Mahasiswa memahami konsep Arsitektur Tropis Nusantara Kontemporer sebagai arsitektur yang tanggap terhadap iklim dan tantangan perubahan lingkungan, serta mampu mengidentifikasi prinsip-prinsip tanggap iklim melalui pengamatan terhadap kesatuan dan keragaman karakter arsitektur Nusantara. Kriteria

Teknik
Diskusi sebagai respon terhadap materi
Kuliah,Presentasi,[PS=50 Menit]
Pemahaman Studi Kasus,Diskusi,[DS=50 Menit]
Pemahaman Materi Mandiri,Self-Directed Learning,[=240 Menit]
Topik
Arsitektur nusantara sebagai suatu interpretasi terhadap nilai dan makna nilai kesemestaan dan kesetempatan terhadap arus globalisasi.


Sub Topik
1. Arsitektur Nusantara dalam menghadapi Globalisasi.
2. Rekontektualisasi tradisi tropis nusantara sebagai dasar pemikiran terbentuknya arsitektur nusantara kontemporer.
  • [9] Hal: All
  • [12] Hal: All
0.25
5 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1-Mampu memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsitektur, namun merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal yang memiliki suatu konsep, norma, dan iklim tropis di nusantara.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.2-Mampu memahami bahwa karakter arsitektur nusantara merupakan bentuk kesemestaan dan kesetempatan yang menterjemahkan kearifan lokal dalam ciri khusus pada bentuk atapnya, materialnya, strukturnya yang tahan gempa, serta banyak area resapan air.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.3-Mampu memberikan rekomendasi implementasi kearifan lokal dalam perkembangannya mengalami perubahan dan penyempurnaan, sebagai bagian budaya yang bersifat dinamis apalagi di era disrupsi, sehingga perlu dimaknai kembali dalam inovasi yang kreatif dalam pembangunan berkelanjutan.
Mahasiswa memahami konsep pemanfaatan energi dalam Arsitektur Nusantara berdasarkan kearifan lokal, serta mampu menjelaskan peran kecerdasan lokal, alih pengetahuan, dan gotong royong dalam menjaga keberlanjutan arsitektur Nusantara. Kriteria
Ketepatan membuat gambar
Teknik
Tugas1 Buatlah Konsep yang dilengkapi dengan sketsa ilustrasi berwarna, suatu bangunan dengan fungsi bebas (misal: toko, studio, hunian, dll) dengan tema “Arsitektur Nusantara Kontemporer yang selaras atau kontekstual dengan lingkungan sekitar.” Bangunan harus menampilkan kekinian (modern) namun tetap Menerapkan Nilai-nilai Nusantara
Kuliah,Presentasi,[PS=100 Menit]
Pemahaman Studi Kasus,Tugas Take Home,[TH=240 Menit]
Topik
Prinsip arsitektur berkelanjutan, ramah lingkungan, tanggap iklim, hemat energi, dan bangunan pintar telah berakar pada Arsitektur Nusantara, yang memiliki identitas lokal (kesetempatan) sekaligus nilai universal (kesemestaan).
Sub Topik
1. Arsitektur nusantara yang efesien dalam penggunaan energi, penggunaan lahan, penggunanan material, dan pengolahan limbah daur ulang.
2. Arsitektur nusantara yang hemat energi dan berkelanjutan.
  • [5] Hal: All
  • [8] Hal: All
  • [9] Hal: All
  • [10] Hal: All
10
6 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1-Mampu memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsitektur, namun merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal yang memiliki suatu konsep, norma, dan iklim tropis di nusantara.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.2-Mampu memahami bahwa karakter arsitektur nusantara merupakan bentuk kesemestaan dan kesetempatan yang menterjemahkan kearifan lokal dalam ciri khusus pada bentuk atapnya, materialnya, strukturnya yang tahan gempa, serta banyak area resapan air.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.3-Mampu memberikan rekomendasi implementasi kearifan lokal dalam perkembangannya mengalami perubahan dan penyempurnaan, sebagai bagian budaya yang bersifat dinamis apalagi di era disrupsi, sehingga perlu dimaknai kembali dalam inovasi yang kreatif dalam pembangunan berkelanjutan.
Mahasiswa memahami bahwa setiap ruang pada arsitektur nusantara mempunyai makna dan dinamika aktivitas yang berbeda – beda. Ruang menjadi tempat aktivitas budaya yang terbentuk dengan serangkaian tradisi sesuai dengan nilai-nilai kehidupan yang lestari. Kelestarian nilai budaya bertempat tinggal ini yang menjadi identitas pemilik rumah dan menyumbang kemanfaatan dan keberlanjutan bagi lingkungan sekitar baik lingkungan alami ekonomi, sosial dan budaya. Kriteria

Teknik
Diskusi sebagai respon terhadap materi
Kuliah,Presentasi,[PS=50 Menit]
Pemahaman Studi Kasus,Diskusi,[DS=50 Menit]
Pemahaman Materi Mandiri,Self-Directed Learning,[=240 Menit]
Topik
Ruang / lingkungan binaan Nusantara merupakan ruang bermakna (place) yang mencerminkan pengetahuan kolektif tentang adaptasi, keterpaduan, dan dinamika terhadap perubahan lingkungan.
Sub Topik
1. Keluasan dan kedalaman Arsitektur Tropis Nusnatara.
2. Masa depan kebhinekaan ruang tropis arsitektur nusantara
3. Strategi rumah tropis nusantara yang berkelanjutan
  • [6] Hal: All
  • [7] Hal: All
  • [8] Hal: All
  • [9] Hal: All
  • [11] Hal: All
0.25
7 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1-Mampu memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsitektur, namun merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal yang memiliki suatu konsep, norma, dan iklim tropis di nusantara.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.2-Mampu memahami bahwa karakter arsitektur nusantara merupakan bentuk kesemestaan dan kesetempatan yang menterjemahkan kearifan lokal dalam ciri khusus pada bentuk atapnya, materialnya, strukturnya yang tahan gempa, serta banyak area resapan air.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.3-Mampu memberikan rekomendasi implementasi kearifan lokal dalam perkembangannya mengalami perubahan dan penyempurnaan, sebagai bagian budaya yang bersifat dinamis apalagi di era disrupsi, sehingga perlu dimaknai kembali dalam inovasi yang kreatif dalam pembangunan berkelanjutan.
Mahasiswa memahami bahwa kualitas bangunan ditentukan oleh keselarasan dengan alam, kenyamanan ruang, nilai sosial, dan pelestarian budaya, bukan semata-mata oleh lokasi, ukuran, bentuk, atau teknologi. Kriteria

Teknik
Kuis 2 Memberikan pertanyaan kuis dan sketsa Berdasarkan materi : Arsitektur Nusantara yang Berkelanjutan dan Teknologi Tepat Guna Arsitektur Tropis Nusantara BAGIAN A — ESAI (60%) 1. Jelaskan pengertian arsitektur nusantara berkelanjutan serta hubungan antara manusia, budaya, dan lingkungan alam dalam konsep tersebut! Lengkapi jawaban dengan contoh penerapan pada rumah tradisional di Indonesia. Bobot: 10% 2. Mengapa arsitektur nusantara dianggap tanggap terhadap iklim tropis? Jelaskan minimal 4 elemen bangunan yang mendukung kenyamanan termal alami. Bobot: 10% 3. Jelaskan konsep teknologi tepat guna dalam Arsitektur Tropis Nusantara! Berikan contoh teknologi sederhana yang masih relevan diterapkan pada bangunan masa kini. Bobot: 10% 4. Bagaimana peran kearifan lokal dalam menciptakan bangunan yang berkelanjutan? Uraikan hubungan antara budaya berhuni, gotong royong, dan keberlanjutan lingkungan. Bobot: 10% 5. Sebutkan dan jelaskan 5 strategi Rumah Tropis Nusantara Berkelanjutan! Bobot: 10% 6. Menurut Anda, apakah arsitektur modern saat ini sudah menerapkan prinsip arsitektur nusantara berkelanjutan? Berikan analisis kritis beserta contoh bangunan. Bobot: 10% BAGIAN B — SKETSA ANALISIS (40%) 7. Buatlah sketsa rumah tropis nusantara yang tanggap iklim. Tunjukkan dan beri keterangan: arah angin, ventilasisilang, overhang/teritisan, atap miring, pencahayaan alami, area teduh. Bobot: 10% 8. Buat sketsa konsep rumah nusantara berkelanjutan masa kini yang terinspirasi dari rumah adat Indonesia. Sketsa minimal memuat: bentuk massa bangunan, material lokal, ruang terbuka hijau, sistem penghawaan alami, elemen budaya lokal. Bobot: 10% 9. Buat diagram/sketsa hubungan antara: manusia – alam – budaya – teknologi – arsitektur berkelanjutan. Berikan penjelasan singkat tiap hubungan. Bobot: 10% 10.Buat perspektifsederhana sebuah hunian tropis nusantara modern dengan konsep: hemat energi, ramah lingkungan, adaptif terhadap iklim, dan tetap memiliki identitas budaya lokal. Bonus: 10%
Kuliah,Presentasi,[PS=50 Menit]
Penugasan,Kuis,[K=50 Menit]
Pemahaman Materi Mandiri,Self-Directed Learning,[=240 Menit]
Topik
Arsitektur Tropis Nusantara mendukung keberlanjutan lingkungan melalui desain yang kontekstual dan adaptif, serta mampu mengidentifikasi tantangan penerapannya dalam praktik arsitektur kontemporer.
Sub Topik
1. Teknologi Tepat Guna Arsitektur Tropis Nusantara
2. Arsitektur global – lokal yang merupakan bentuk arsitektur masa depan yang berkelanjutan.
  • [10] Hal: All
  • [11] Hal: All
  • [13] Hal: All
  • [14] Hal: All
  • [15] Hal: All
  • [16] Hal: All
8
8 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1-Mampu memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsitektur, namun merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal yang memiliki suatu konsep, norma, dan iklim tropis di nusantara.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.2-Mampu memahami bahwa karakter arsitektur nusantara merupakan bentuk kesemestaan dan kesetempatan yang menterjemahkan kearifan lokal dalam ciri khusus pada bentuk atapnya, materialnya, strukturnya yang tahan gempa, serta banyak area resapan air.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.3-Mampu memberikan rekomendasi implementasi kearifan lokal dalam perkembangannya mengalami perubahan dan penyempurnaan, sebagai bagian budaya yang bersifat dinamis apalagi di era disrupsi, sehingga perlu dimaknai kembali dalam inovasi yang kreatif dalam pembangunan berkelanjutan.
Memahami materi dari pertemuan 1-7 Kriteria
Ketepatan menjelaskan
Teknik
Memberikan soal UTS umtuk merancang hunian tropis nusantara yang memiliki 10 kompomen penting pada arsitektur nusantara: 1. Konsep Dasar Desain 2. Pendekatan Teoretis 3. Dimensi Keilmuan & Nilai 4. Pengembangan Arsitektur Tropis 5. Lokalitas & Universalitas 6. Respon terhadap Globalisasi 7. Respon Iklim Tropis 8. Prinsip Keberlanjutan 9. Strategi Desain Tropis 10. Diagram Sinergi Desain
Ujian Terjadwal,Durasi Sesuai Arahan DAAK,[D=75 Menit]
Penugasan,Project Based Learning,[PBL=165 Menit]
Topik
Ujian Tengah Semester
Sub Topik
Pertemuan 1 - 7
20
9 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1-Mampu memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsitektur, namun merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal yang memiliki suatu konsep, norma, dan iklim tropis di nusantara.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.2-Mampu memahami bahwa karakter arsitektur nusantara merupakan bentuk kesemestaan dan kesetempatan yang menterjemahkan kearifan lokal dalam ciri khusus pada bentuk atapnya, materialnya, strukturnya yang tahan gempa, serta banyak area resapan air.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.3-Mampu memberikan rekomendasi implementasi kearifan lokal dalam perkembangannya mengalami perubahan dan penyempurnaan, sebagai bagian budaya yang bersifat dinamis apalagi di era disrupsi, sehingga perlu dimaknai kembali dalam inovasi yang kreatif dalam pembangunan berkelanjutan.
Mahasiswa memahami prinsip rumah Tropis Nusantara yang ramah lingkungan dengan mengadaptasi nilai dan tahapan desain bangunan tradisional ke dalam perancangan masa kini. Kriteria

Teknik
Tugas 2 Membuat Rumah Tropis Impian Anda. Instruksi: Buat konsep rumah yang: 1. Hemat energi 2. Memiliki ventilasi silang 3. Menggunakan material lokal 4. Memiliki taman dan vegetasi
Kuliah,Presentasi,[PS=100 Menit]
Pemahaman Studi Kasus,Tugas Take Home,[TH=240 Menit]
Topik
Prinsip rumah Tropis Nusantara yang ramah lingkungan melalui penerapan nilai dan tahapan desain bangunan tradisional sebagai dasar perancangan berkelanjutan.
Sub Topik
1. Rumah Tropis Nusantara Ramah Lingkungan
2. Strategi Rumah Tropis Nusantara Ramah Lingkungan yang meliputi lantai ramah lingkungan, dinding Tropis Nusantara Ramah Lingkungan, atap Tropis Nusantara Ramah Lingkungan
  • [1] Hal: All
  • [3] Hal: All
  • [5] Hal: All
  • [10] Hal: All
  • [11] Hal: All
  • [12] Hal: All
10
10 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1-Mampu memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsitektur, namun merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal yang memiliki suatu konsep, norma, dan iklim tropis di nusantara.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.2-Mampu memahami bahwa karakter arsitektur nusantara merupakan bentuk kesemestaan dan kesetempatan yang menterjemahkan kearifan lokal dalam ciri khusus pada bentuk atapnya, materialnya, strukturnya yang tahan gempa, serta banyak area resapan air.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.3-Mampu memberikan rekomendasi implementasi kearifan lokal dalam perkembangannya mengalami perubahan dan penyempurnaan, sebagai bagian budaya yang bersifat dinamis apalagi di era disrupsi, sehingga perlu dimaknai kembali dalam inovasi yang kreatif dalam pembangunan berkelanjutan.
Mahasiswa memahami bahwa Arsitektur Tropis Nusantara mengatasi tantangan iklim melalui pendekatan alami dan teknologi yang memadukan kearifan lokal, serta menerapkan solusi desain yang sesuai dengan konteks lokasi, budaya, dan kondisi geografis. Kriteria
Ketepatan menjelaskan
Teknik
Diskusi sebagai respon terhadap materi
Kuliah,Presentasi,[PS=50 Menit]
Kuliah,Diskusi,[DS=50 Menit]
Pemahaman Materi Mandiri,Self-Directed Learning,[=240 Menit]
Topik
Keragaman bentuk Arsitektur Tropis Nusantara dipengaruhi oleh budaya lokal, meskipun berkembang pada kondisi iklim tropis yang serupa.
Sub Topik
1. Arsitektur Tropis Nusantara Yang Ramah Lingkungan
2. Mengatasi masalah tropis dengan memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal.

  • [4] Hal: All
  • [10] Hal: All
  • [12] Hal: All
0.25
11 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1-Mampu memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsitektur, namun merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal yang memiliki suatu konsep, norma, dan iklim tropis di nusantara.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.2-Mampu memahami bahwa karakter arsitektur nusantara merupakan bentuk kesemestaan dan kesetempatan yang menterjemahkan kearifan lokal dalam ciri khusus pada bentuk atapnya, materialnya, strukturnya yang tahan gempa, serta banyak area resapan air.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.3-Mampu memberikan rekomendasi implementasi kearifan lokal dalam perkembangannya mengalami perubahan dan penyempurnaan, sebagai bagian budaya yang bersifat dinamis apalagi di era disrupsi, sehingga perlu dimaknai kembali dalam inovasi yang kreatif dalam pembangunan berkelanjutan.
Mahasiswa memahami bahwa keragaman Arsitektur Nusantara dapat ditransformasikan melalui eksplorasi elemen lokal dan teknologi tepat guna untuk menghasilkan desain yang beridentitas serta relevan secara global. Kriteria
Ketepatan membuat gambar
Teknik
Tugas 3 Buatkan desain perencanaan suatu ikon kawasan. Ikon harus menunjukkan karakter Nusantara yg menterjemahkan kebhinekaan dari Indonesia yang mengeksplorasi elemen lokal dan juga teknologi tepat guna.
Kuliah,Presentasi,[PS=100 Menit]
Pemahaman Studi Kasus,Tugas Take Home,[TH=240 Menit]
Topik
Arsitektur Nusantara berkembang dari keberagaman budaya Indonesia serta mampu menjelaskan transformasinya sebagai identitas arsitektur yang adaptif terhadap globalisasi.
Sub Topik
1. Arsitektur nusantara di era globalisasi
2. Patokan yang diterapkan untuk mengembangkan arsitektur nusantara yang mengglobal
  • [6] Hal: All
  • [7] Hal: All
  • [8] Hal: All
  • [9] Hal: All
10
12 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1-Mampu memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsitektur, namun merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal yang memiliki suatu konsep, norma, dan iklim tropis di nusantara.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.2-Mampu memahami bahwa karakter arsitektur nusantara merupakan bentuk kesemestaan dan kesetempatan yang menterjemahkan kearifan lokal dalam ciri khusus pada bentuk atapnya, materialnya, strukturnya yang tahan gempa, serta banyak area resapan air.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.3-Mampu memberikan rekomendasi implementasi kearifan lokal dalam perkembangannya mengalami perubahan dan penyempurnaan, sebagai bagian budaya yang bersifat dinamis apalagi di era disrupsi, sehingga perlu dimaknai kembali dalam inovasi yang kreatif dalam pembangunan berkelanjutan.
Mahasiswa memahami bahwa ke-tunggal-ika-an arsitektur nusantara merupakan cara memperbaiki bentuk arsitektur bangsa nusantara yang berkelanjutan. Kriteria
Ketepatan menjelaskan
Teknik
Diskusi sebagai respon terhadap materi
Kuliah,Presentasi,[PS=50 Menit]
Kuliah,Diskusi,[DS=50 Menit]
Pemahaman Materi Mandiri,Self-Directed Learning,[=240 Menit]
Topik
Arsitektur nusantara merupakan arsitektur berbudaya yang memiliki nilai kebhinekaan Indonesia
Sub Topik
1. Hubungan dan fungsi budaya dengan arsitektur
2. Trend arsitektur dengan kemajuan jaman
3. Jatidiri arsitektur nusantara
4. Peradaban yang nusantara dalam arsitektur
  • [2] Hal: All
  • [4] Hal: All
  • [5] Hal: All
  • [6] Hal: All
0.25
13 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1-Mampu memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsitektur, namun merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal yang memiliki suatu konsep, norma, dan iklim tropis di nusantara.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.2-Mampu memahami bahwa karakter arsitektur nusantara merupakan bentuk kesemestaan dan kesetempatan yang menterjemahkan kearifan lokal dalam ciri khusus pada bentuk atapnya, materialnya, strukturnya yang tahan gempa, serta banyak area resapan air.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.3-Mampu memberikan rekomendasi implementasi kearifan lokal dalam perkembangannya mengalami perubahan dan penyempurnaan, sebagai bagian budaya yang bersifat dinamis apalagi di era disrupsi, sehingga perlu dimaknai kembali dalam inovasi yang kreatif dalam pembangunan berkelanjutan.
Mahasiswa memahami bahwa Arsitektur Nusantara membentuk identitas khas suatu daerah melalui penerapan nilai dan elemen lokal yang berkembang secara dinamis sesuai dengan perkembangan zaman. Kriteria
Ketepatan menganalisis
Teknik
Tugas 4 Setiap kelompok memilih 3–5 bangunan dengan fungsi yang berbeda (hunian, sekolah, gereja, perkantoran, pertokoan, atau bangunan publik), kemudian melakukan analisis terhadap aspek berikut: 1. Identitas Bangunan: - Nama bangunan - Fungsi - Tahun pembangunan (jika diketahui) 2. Karakter Arsitektur - Gaya arsitektur yang diterapkan - Elemen lokal Nusantara yang masih terlihat - Elemen arsitektur modern atau global yang digunakan 3. Analisis Dampak Globalisasi - Perubahan fasad atau bentuk bangunan - Perubahan fungsi ruang - Penggunaan material dan teknologi baru - Dampak terhadap identitas kawasan 4. Analisis Elemen Lokal - Adaptasi terhadap iklim tropis - Penggunaan material lokal - Bukaan, atap, teras, vegetasi, atau elemen arsitektur khas Indonesia - Nilai budaya yang masih dipertahankan 5. Evaluasi - Apakah bangunan masih mencerminkan identitas Arsitektur Nusantara? - Bagaimana strategi agar bangunan tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas lokal? Output 1. Laporan analisis (5–8 halaman). 2. Peta lokasi bangunan yang diamati. 3. Dokumentasi foto lapangan. 4. Sketsa fasad dan elemen arsitektur utama. 5. Diagram analisis "Lokal – Global". 6. Kesimpulan dan rekomendasi pelestarian kawasan.
Kuliah,Presentasi,[PS=100 Menit]
Penugasan,Tugas Take Home,[TH=240 Menit]
Topik
Dampak globalisasi terhadap identitas arsitektur kota serta pentingnya penerapan elemen lokal untuk memperkuat karakter Arsitektur Nusantara yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sub Topik
1. Krisis identitas kota-kota di Indonesia
2. Arsitektur nusantara menjadi identitas kota

  • [9] Hal: All
  • [11] Hal: All
  • [12] Hal: All
10
14 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1-Mampu memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsitektur, namun merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal yang memiliki suatu konsep, norma, dan iklim tropis di nusantara.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.2-Mampu memahami bahwa karakter arsitektur nusantara merupakan bentuk kesemestaan dan kesetempatan yang menterjemahkan kearifan lokal dalam ciri khusus pada bentuk atapnya, materialnya, strukturnya yang tahan gempa, serta banyak area resapan air.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.3-Mampu memberikan rekomendasi implementasi kearifan lokal dalam perkembangannya mengalami perubahan dan penyempurnaan, sebagai bagian budaya yang bersifat dinamis apalagi di era disrupsi, sehingga perlu dimaknai kembali dalam inovasi yang kreatif dalam pembangunan berkelanjutan.
Mahasiswa memahami keterkaitan antara tradisi bermukim, budaya, dan lingkungan sebagai warisan sosial-budaya yang membentuk identitas serta keberlanjutan Arsitektur Nusantara. Kriteria

Teknik
Diskusi sebagai respon terhadap materi
Kuliah,Presentasi,[PS=50 Menit]
Kuliah,Diskusi,[DS=50 Menit]
Pemahaman Materi Mandiri,Self-Directed Learning,[=240 Menit]
Topik
Ruang budaya merupakan bagian dari lingkungan binaan yang mencerminkan identitas masyarakat dan menjadi wadah aktivitas kolektif di kawasan perdesaan maupun perkotaan.
Sub Topik
1. Belajar Arsitektur Nusantara dari Lokalitas Arsitektur Tradisional
2. Elemen permukiman tradisional sebagai bentuk arsitektur nusantara

  • [11] Hal: All
  • [14] Hal: All
  • [15] Hal: All
  • [16] Hal: All
0.25
15 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1-Mampu memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsitektur, namun merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal yang memiliki suatu konsep, norma, dan iklim tropis di nusantara.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.2-Mampu memahami bahwa karakter arsitektur nusantara merupakan bentuk kesemestaan dan kesetempatan yang menterjemahkan kearifan lokal dalam ciri khusus pada bentuk atapnya, materialnya, strukturnya yang tahan gempa, serta banyak area resapan air.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.3-Mampu memberikan rekomendasi implementasi kearifan lokal dalam perkembangannya mengalami perubahan dan penyempurnaan, sebagai bagian budaya yang bersifat dinamis apalagi di era disrupsi, sehingga perlu dimaknai kembali dalam inovasi yang kreatif dalam pembangunan berkelanjutan.
Mahasiswa memahami bahwa kearifan lokal merupakan nilai dan pengetahuan masyarakat yang mendukung kemandirian, keberlanjutan, serta tetap relevan dalam menghadapi era digital dan disrupsi teknologi. Kriteria

Teknik
Diskusi sebagai respon terhadap materi
Kuliah,Presentasi,[PS=50 Menit]
Kuliah,Diskusi,[DS=50 Menit]
Pemahaman Materi Mandiri,Self-Directed Learning,[=240 Menit]
Topik
Penerapan kearifan lokal dalam desain bangunan sebagai ekspresi budaya yang mendukung pembangunan berkelanjutan di era disrupsi.
Sub Topik
Peran arsitek untuk menjaga kearifan lokal di era disrupsi menuju pembangunan berkelanjutan
  • [5] Hal: All
  • [6] Hal: All
  • [8] Hal: All
  • [9] Hal: All
0.25
16 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1-Mampu memahami bahwa Arsitektur Nusantara bukanlah hanya sekedar langgam dalam arsitektur, namun merupakan sebuah wilayah pemikiran yang lebih menempatkan arsitektur pada kearifan lokal yang memiliki suatu konsep, norma, dan iklim tropis di nusantara.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.2-Mampu memahami bahwa karakter arsitektur nusantara merupakan bentuk kesemestaan dan kesetempatan yang menterjemahkan kearifan lokal dalam ciri khusus pada bentuk atapnya, materialnya, strukturnya yang tahan gempa, serta banyak area resapan air.
sub.cpmk.AR063.CPMK611.3-Mampu memberikan rekomendasi implementasi kearifan lokal dalam perkembangannya mengalami perubahan dan penyempurnaan, sebagai bagian budaya yang bersifat dinamis apalagi di era disrupsi, sehingga perlu dimaknai kembali dalam inovasi yang kreatif dalam pembangunan berkelanjutan.
Memahami dan evaluasi keseluruhan materi dari pertemuan 8-15 Kriteria
Ketepatan menjelaskan
Teknik
Tugas UAS Perancangan Bangunan Publik Arsitektur Nusantara Berdasarkan hasil kuliah lapangan di Kawasan Kotabaru Yogyakarta, mahasiswa merancang bangunan publik minimal 400 m² (20 × 20 m) dengan menerapkan konsep kesetempatan, kesemestaan, dan keberlanjutan. Rancangan harus responsif terhadap konteks kawasan heritage, iklim tropis, serta mengintegrasikan hubungan manusia, alam, dan budaya. Desain wajib menerapkan prinsip Arsitektur Tropis Nusantara, meliputi ventilasi silang, atap tropis ber-overstek, vegetasi, material lokal, dan ruang bawah bangunan sebagai ruang publik atau komunal.
Ujian Terjadwal,Durasi Sesuai Arahan DAAK,[D=75 Menit]
Penugasan,Tugas Take Home,[TH=165 Menit]
Topik
Ujan Akhir Semester (UAS)
Sub Topik
Materi Pertemuan 8-15
25

Teknik Penilaian CPMK

CPL MK CPMK Keaktifan Kuis Tugas Individu Tes Tulis (UTS) Tugas Kelompok Tes Tulis (UAS)
CPL04 ARSITEKTUR NUSANTARA CPMK611 Y Y Y Y Y Y

Prosedur Penilaian CPMK

1. Komponen Penilaian CPMK
CPL CPMK Sub-CPMK Detail Penugasan (Teknik Penilaian) Bobot % Kriteria Penilaian
CPL04 CPMK611 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1 Diskusi sebagai respon terhadap materi 0.25 Ketepatan menganalisis
CPL04 CPMK611 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1, sub.cpmk.AR063.CPMK611.2 Kuis 1 Memberikan pertanyaan : 1. Apa yang dimaksud dengan kesetempatan dalam arsitektur Nusantara? 2.Apa yang dimaksud dengan kesemestaan dalam arsitektur Nusantara? 3.Apa yang dimaksud dengan keberlanjutan dalam arsitektur Nusantara? 4. Berikan contoh bangunan yang dalam desainnya mengangkat nilai-nilai arsitektur nusantara, yaitu nilai kesetempatan, kesemestaan, dan keberlanjutan yang dalam desainnya menerapkan nilai-nilai kearifan lokal dan merespon terhadap kondisi iklim tropis yang ada di Indonesia. 5 Ketepatan menjelaskan
CPL04 CPMK611 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1, sub.cpmk.AR063.CPMK611.2 Diskusi sebagai respon terhadap materi 0.25 Ketepatan menjelaskan
CPL04 CPMK611 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1, sub.cpmk.AR063.CPMK611.2, sub.cpmk.AR063.CPMK611.3 Diskusi sebagai respon terhadap materi 0.25
CPL04 CPMK611 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1, sub.cpmk.AR063.CPMK611.2, sub.cpmk.AR063.CPMK611.3 Tugas1 Buatlah Konsep yang dilengkapi dengan sketsa ilustrasi berwarna, suatu bangunan dengan fungsi bebas (misal: toko, studio, hunian, dll) dengan tema “Arsitektur Nusantara Kontemporer yang selaras atau kontekstual dengan lingkungan sekitar.” Bangunan harus menampilkan kekinian (modern) namun tetap Menerapkan Nilai-nilai Nusantara 10 Ketepatan membuat gambar
CPL04 CPMK611 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1, sub.cpmk.AR063.CPMK611.2, sub.cpmk.AR063.CPMK611.3 Diskusi sebagai respon terhadap materi 0.25
CPL04 CPMK611 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1, sub.cpmk.AR063.CPMK611.2, sub.cpmk.AR063.CPMK611.3 Kuis 2 Memberikan pertanyaan kuis dan sketsa Berdasarkan materi : Arsitektur Nusantara yang Berkelanjutan dan Teknologi Tepat Guna Arsitektur Tropis Nusantara BAGIAN A — ESAI (60%) 1. Jelaskan pengertian arsitektur nusantara berkelanjutan serta hubungan antara manusia, budaya, dan lingkungan alam dalam konsep tersebut! Lengkapi jawaban dengan contoh penerapan pada rumah tradisional di Indonesia. Bobot: 10% 2. Mengapa arsitektur nusantara dianggap tanggap terhadap iklim tropis? Jelaskan minimal 4 elemen bangunan yang mendukung kenyamanan termal alami. Bobot: 10% 3. Jelaskan konsep teknologi tepat guna dalam Arsitektur Tropis Nusantara! Berikan contoh teknologi sederhana yang masih relevan diterapkan pada bangunan masa kini. Bobot: 10% 4. Bagaimana peran kearifan lokal dalam menciptakan bangunan yang berkelanjutan? Uraikan hubungan antara budaya berhuni, gotong royong, dan keberlanjutan lingkungan. Bobot: 10% 5. Sebutkan dan jelaskan 5 strategi Rumah Tropis Nusantara Berkelanjutan! Bobot: 10% 6. Menurut Anda, apakah arsitektur modern saat ini sudah menerapkan prinsip arsitektur nusantara berkelanjutan? Berikan analisis kritis beserta contoh bangunan. Bobot: 10% BAGIAN B — SKETSA ANALISIS (40%) 7. Buatlah sketsa rumah tropis nusantara yang tanggap iklim. Tunjukkan dan beri keterangan: arah angin, ventilasisilang, overhang/teritisan, atap miring, pencahayaan alami, area teduh. Bobot: 10% 8. Buat sketsa konsep rumah nusantara berkelanjutan masa kini yang terinspirasi dari rumah adat Indonesia. Sketsa minimal memuat: bentuk massa bangunan, material lokal, ruang terbuka hijau, sistem penghawaan alami, elemen budaya lokal. Bobot: 10% 9. Buat diagram/sketsa hubungan antara: manusia – alam – budaya – teknologi – arsitektur berkelanjutan. Berikan penjelasan singkat tiap hubungan. Bobot: 10% 10.Buat perspektifsederhana sebuah hunian tropis nusantara modern dengan konsep: hemat energi, ramah lingkungan, adaptif terhadap iklim, dan tetap memiliki identitas budaya lokal. Bonus: 10% 8
CPL04 CPMK611 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1, sub.cpmk.AR063.CPMK611.2, sub.cpmk.AR063.CPMK611.3 Memberikan soal UTS umtuk merancang hunian tropis nusantara yang memiliki 10 kompomen penting pada arsitektur nusantara: 1. Konsep Dasar Desain 2. Pendekatan Teoretis 3. Dimensi Keilmuan & Nilai 4. Pengembangan Arsitektur Tropis 5. Lokalitas & Universalitas 6. Respon terhadap Globalisasi 7. Respon Iklim Tropis 8. Prinsip Keberlanjutan 9. Strategi Desain Tropis 10. Diagram Sinergi Desain 20 Ketepatan menjelaskan
CPL04 CPMK611 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1, sub.cpmk.AR063.CPMK611.2, sub.cpmk.AR063.CPMK611.3 Tugas 2 Membuat Rumah Tropis Impian Anda. Instruksi: Buat konsep rumah yang: 1. Hemat energi 2. Memiliki ventilasi silang 3. Menggunakan material lokal 4. Memiliki taman dan vegetasi 10
CPL04 CPMK611 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1, sub.cpmk.AR063.CPMK611.2, sub.cpmk.AR063.CPMK611.3 Diskusi sebagai respon terhadap materi 0.25 Ketepatan menjelaskan
CPL04 CPMK611 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1, sub.cpmk.AR063.CPMK611.2, sub.cpmk.AR063.CPMK611.3 Tugas 3 Buatkan desain perencanaan suatu ikon kawasan. Ikon harus menunjukkan karakter Nusantara yg menterjemahkan kebhinekaan dari Indonesia yang mengeksplorasi elemen lokal dan juga teknologi tepat guna. 10 Ketepatan membuat gambar
CPL04 CPMK611 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1, sub.cpmk.AR063.CPMK611.2, sub.cpmk.AR063.CPMK611.3 Diskusi sebagai respon terhadap materi 0.25 Ketepatan menjelaskan
CPL04 CPMK611 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1, sub.cpmk.AR063.CPMK611.2, sub.cpmk.AR063.CPMK611.3 Tugas 4 Setiap kelompok memilih 3–5 bangunan dengan fungsi yang berbeda (hunian, sekolah, gereja, perkantoran, pertokoan, atau bangunan publik), kemudian melakukan analisis terhadap aspek berikut: 1. Identitas Bangunan: - Nama bangunan - Fungsi - Tahun pembangunan (jika diketahui) 2. Karakter Arsitektur - Gaya arsitektur yang diterapkan - Elemen lokal Nusantara yang masih terlihat - Elemen arsitektur modern atau global yang digunakan 3. Analisis Dampak Globalisasi - Perubahan fasad atau bentuk bangunan - Perubahan fungsi ruang - Penggunaan material dan teknologi baru - Dampak terhadap identitas kawasan 4. Analisis Elemen Lokal - Adaptasi terhadap iklim tropis - Penggunaan material lokal - Bukaan, atap, teras, vegetasi, atau elemen arsitektur khas Indonesia - Nilai budaya yang masih dipertahankan 5. Evaluasi - Apakah bangunan masih mencerminkan identitas Arsitektur Nusantara? - Bagaimana strategi agar bangunan tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas lokal? Output 1. Laporan analisis (5–8 halaman). 2. Peta lokasi bangunan yang diamati. 3. Dokumentasi foto lapangan. 4. Sketsa fasad dan elemen arsitektur utama. 5. Diagram analisis "Lokal – Global". 6. Kesimpulan dan rekomendasi pelestarian kawasan. 10 Ketepatan menganalisis
CPL04 CPMK611 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1, sub.cpmk.AR063.CPMK611.2, sub.cpmk.AR063.CPMK611.3 Diskusi sebagai respon terhadap materi 0.25
CPL04 CPMK611 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1, sub.cpmk.AR063.CPMK611.2, sub.cpmk.AR063.CPMK611.3 Diskusi sebagai respon terhadap materi 0.25
CPL04 CPMK611 sub.cpmk.AR063.CPMK611.1, sub.cpmk.AR063.CPMK611.2, sub.cpmk.AR063.CPMK611.3 Tugas UAS Perancangan Bangunan Publik Arsitektur Nusantara Berdasarkan hasil kuliah lapangan di Kawasan Kotabaru Yogyakarta, mahasiswa merancang bangunan publik minimal 400 m² (20 × 20 m) dengan menerapkan konsep kesetempatan, kesemestaan, dan keberlanjutan. Rancangan harus responsif terhadap konteks kawasan heritage, iklim tropis, serta mengintegrasikan hubungan manusia, alam, dan budaya. Desain wajib menerapkan prinsip Arsitektur Tropis Nusantara, meliputi ventilasi silang, atap tropis ber-overstek, vegetasi, material lokal, dan ruang bawah bangunan sebagai ruang publik atau komunal. 25 Ketepatan menjelaskan
Total 100
2. Penilaian CPMK
CPL MK CPMK Keaktifan Kuis Tugas Individu Tes Tulis (UTS) Tugas Kelompok Tes Tulis (UAS) Total
CPL04 ARSITEKTUR NUSANTARA CPMK611 2% 13% 30% 20% 10% 25% 100%
100%