|
|
UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
|
RPS--PW002 |
| RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER | ||||||
| MATA KULIAH (MK) | KODE | Rumpun MK | BOBOT (sks) | SEMESTER | Tanggal Penyusunan | |
| TEORI KERUANGAN | PW002 | Teori Perencanaan | T= 2 | 1 | 08 Sep 2025 | |
| Pengesahan | Dosen Pengembang RPS | Koordinator RMK | Ka PRODI |
|
Ni'mah Mahnunah, M.T. |
Renindya Azizza Kartikakirana, S.T., M.Eng. |
Bagus Ramadhan, S.T., M.Eng. |
| Capaian Pembelajaran | CPL-PRODI yang dibebankan pada MK | |
| CPL01 | Menguasai teori, proses, metode, dan teknik perencanaan wilayah dan kota | |
| CPL02 | Mampu memahami perencanaan sektoral dalam mewujudkan keberlanjutan lingkungan | |
| Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) | ||
| CPMK01-1 | Mampu memahami teori-teori perencanaan wilayah dan kota | |
| CPMK02-1 | Mampu memahami teori-teori perencanaan sektoral dalam proses perencanaan wilayah dan kota | |
| Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK) | ||
| sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.1 | Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar ruang, lokasi, pola dan struktur ruang, serta aksesibilitas dan interaksi keruangan dalam konteks perencanaan wilayah dan kota. | |
| sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.2 | Mahasiswa mampu membandingkan konsep, asumsi, dan keterbatasan teori lokasi Von Thünen, Weber, Christaller, Lösch, dan Hotelling dalam menjelaskan lokasi kegiatan serta pola penggunaan ruang. | |
| sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.3 | Mahasiswa mampu menjelaskan pola dan perkembangan ruang perkotaan berdasarkan model konsentris, sektoral, dan inti ganda serta hubungannya dengan aksesibilitas dan sewa lahan melalui studi kasus sederhana. | |
| sub.cpmk.PW002.CPMK02-1.1 | Mahasiswa mampu menjelaskan keterkaitan teori keruangan dengan perencanaan sektoral, meliputi pertanian, industri, perdagangan, transportasi, dan pelayanan publik, dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan melalui studi kasus sederhana. | |
| Korelasi CPMK terhadap Sub-CPMK | ||
| CPMK01-1 |
sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.1 sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.2 sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.3 |
|
| CPMK02-1 |
sub.cpmk.PW002.CPMK02-1.1 |
|
| Deskripsi Singkat MK | Mata kuliah Teori Keruangan membahas konsep dasar ruang serta teori yang menjelaskan lokasi kegiatan, pola penggunaan lahan, struktur ruang, dan interaksi wilayah dan kota. Materi meliputi teori lokasi Von Thünen, Weber, Christaller, Lösch, dan Hotelling; hubungan aksesibilitas dan sewa lahan; model struktur ruang kota konsentris, sektoral, dan inti ganda; serta interaksi desa–kota dan dinamika perkembangan kawasan pinggiran. Melalui diskusi, pengamatan sederhana, dan studi kasus, mahasiswa diarahkan untuk mampu menjelaskan dan membandingkan teori, menggunakan teori untuk membaca fenomena keruangan, serta mengenali keterbatasan penerapannya dalam konteks Indonesia. Mata kuliah ini memberikan landasan bagi mahasiswa untuk menelaah pilihan lokasi dan penggunaan ruang dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan pemerataan akses pelayanan. | |
| Bahan Kajian : Materi Pembelajaran | Teori lokasi Von Thünen, Weber, Christaller, Lösch, dan Hotelling; hubungan aksesibilitas dan sewa lahan; model struktur ruang kota konsentris, sektoral, dan inti ganda; serta interaksi desa–kota dan dinamika perkembangan kawasan pinggiran. | |
| Pustaka | Utama | |
|
||
| Pendukung | ||
|
||
| Dosen Pengampu | Ni'mah Mahnunah, S.T., M.T. | |
| Mata Kuliah Syarat | - | |
| Pertemuan Ke | Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK) | Penilaian | Bentuk Pembelajaran; Metode Pembelajaran; Penugasan Mahasiswa; | Materi Pembelajaran | Bobot Penilaian | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Indikator | Kriteria & Teknik | Luring | Daring | ||||
| 1 |
sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.1-Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar ruang, lokasi, pola dan struktur ruang, serta aksesibilitas dan interaksi keruangan dalam konteks perencanaan wilayah dan kota. |
Mahasiswa mampu menjelaskan perbedaan ruang, lokasi, dan wilayah; memberikan contoh hubungan aktivitas manusia dengan ruang; serta menyampaikan tanggapan yang relevan dalam diskusi. |
Kriteria Presensi Kehadiran Teknik Observasi terstruktur terhadap tanggapan lisan atau tertulis |
Kuliah Tatap Muka di Kelas,Penjelasan Materi,[PM=60 Menit] Kuliah Tatap Muka di Kelas,Diskusi Mandiri,[DM=40 Menit] |
Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Penjelasan Materi,[PM=60 Menit] Kuliah Tatap Muka di Kelas,Diskusi Mandiri,[DM=40 Menit] |
Topik Pengantar Teori Keruangan dalam Perencanaan Wilayah dan Kota Sub Topik 1. Pengertian ruang, lokasi, tempat, wilayah, dan kawasan. 2. Unsur pembentuk ruang: fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan. 3. Konsep skala dalam kajian keruangan. 4. Hubungan aktivitas manusia dengan pemanfaatan ruang. 5. Peran teori keruangan dalam memahami persoalan perencanaan wilayah dan kota.
|
2 |
| 2 |
sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.1-Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar ruang, lokasi, pola dan struktur ruang, serta aksesibilitas dan interaksi keruangan dalam konteks perencanaan wilayah dan kota. |
Mahasiswa mampu membedakan pola dan struktur ruang; mengidentifikasi pusat kegiatan dan jaringan pada peta; serta menjelaskan perbedaan jarak dan aksesibilitas. |
Kriteria Kemampuan Menjawab Pertanyaan/ Ketepatan Jawaban Teknik Tes tertulis individual berupa jawaban singkat dan interpretasi peta sederhana |
Kuliah Tatap Muka di Kelas,Penjelasan Materi,[PM=40 Menit] Kuliah Tatap Muka di Kelas,Diskusi Mandiri,[DM=30 Menit] Kuliah Tatap Muka di Kelas,Kuis,[K=30 Menit] |
Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Penjelasan Materi,[PM=40 Menit] Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Diskusi Mandiri,[DM=30 Menit] Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Kuis,[K=30 Menit] |
Topik Pola, Struktur, dan Hubungan Keruangan Sub Topik 1. Perbedaan pola ruang dan struktur ruang secara konseptual. 2. Pola persebaran kegiatan: mengelompok, menyebar, dan memanjang. 3. Pusat kegiatan, jaringan penghubung, dan wilayah pelayanan. 4. Jarak absolut, jarak relatif, waktu tempuh, dan biaya perjalanan. 5. Konsep aksesibilitas dan keterhubungan antarlokasi. 6. Identifikasi pola dan struktur ruang melalui peta sederhana.
|
3 |
| 3 |
sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.2-Mahasiswa mampu membandingkan konsep, asumsi, dan keterbatasan teori lokasi Von Thünen, Weber, Christaller, Lösch, dan Hotelling dalam menjelaskan lokasi kegiatan serta pola penggunaan ruang. |
Mahasiswa mampu menjelaskan asumsi Von Thünen; menggambarkan pola penggunaan lahan; serta menjelaskan pengaruh jarak dan biaya angkut terhadap pilihan komoditas. |
Kriteria Ketepatan memahami konsep/teori Teknik Penilaian lembar kerja individu berupa sketsa dan penjelasan kasus |
Kuliah Tatap Muka di Kelas,Penjelasan Materi,[PM=50 Menit] Penugasan Mandiri/ Studi Kasus,Penugasan,[KP=50 Menit] |
Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Penjelasan Materi,[PM=50 Menit] Penugasan Mandiri/ Studi Kasus,Penugasan,[KP=50 Menit] |
Topik Teori Von Thünen dan Penggunaan Lahan Pertanian Sub Topik 1. Latar belakang dan asumsi dasar model Von Thünen. 2. Hubungan lokasi pasar, jarak, dan biaya pengangkutan hasil pertanian. 3. Konsep sewa lahan pertanian dan keuntungan berdasarkan lokasi. 4. Pembentukan zona komoditas di sekitar pusat pasar. 5. Pengaruh perubahan biaya transportasi dan karakteristik komoditas terhadap penggunaan lahan. 6. Relevansi dan keterbatasan model dalam konteks pertanian di Indonesia.
|
4 |
| 4 |
sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.2-Mahasiswa mampu membandingkan konsep, asumsi, dan keterbatasan teori lokasi Von Thünen, Weber, Christaller, Lösch, dan Hotelling dalam menjelaskan lokasi kegiatan serta pola penggunaan ruang. |
Mahasiswa mampu mengidentifikasi bahan baku, pasar, dan faktor biaya; membandingkan alternatif lokasi industri; serta menjelaskan pengaruh tenaga kerja dan aglomerasi. |
Kriteria Ketepatan memahami konsep/teori Teknik Penilaian lembar kerja kasus lokasi industri |
Kuliah Tatap Muka di Kelas,Penjelasan Materi,[PM=60 Menit] Kuliah Tatap Muka di Kelas,Penugasan,[KP=40 Menit] |
Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Penjelasan Materi,[PM=60 Menit] Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Penugasan,[KP=40 Menit] |
Topik Teori Weber dan Lokasi Industri Sub Topik 1. Latar belakang, asumsi, dan prinsip lokasi berbiaya minimum. 2. Pengaruh lokasi bahan baku dan pasar terhadap lokasi industri. 3. Segitiga lokasi dan pengantar indeks material secara sederhana. 4. Pengaruh biaya tenaga kerja terhadap pilihan lokasi. 5. Keuntungan aglomerasi dan kerugian pemusatan kegiatan. 6. Penerapan dan keterbatasan teori Weber dalam menjelaskan lokasi industri.
|
4 |
| 5 |
sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.2-Mahasiswa mampu membandingkan konsep, asumsi, dan keterbatasan teori lokasi Von Thünen, Weber, Christaller, Lösch, dan Hotelling dalam menjelaskan lokasi kegiatan serta pola penggunaan ruang. |
Mahasiswa mampu menjelaskan threshold dan range; menggambarkan hierarki pusat pelayanan; serta membedakan fokus teori Christaller dan Lösch. |
Kriteria Ketepatan memahami konsep/teori Teknik Penilaian sketsa pusat pelayanan dan tabel perbandingan teori |
Kuliah Tatap Muka di Kelas,Penjelasan Materi,[PM=60 Menit] Kuliah Tatap Muka di Kelas,Penugasan,[KP=40 Menit] |
Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Penjelasan Materi,[PM=60 Menit] Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Penugasan,[KP=40 Menit] |
Topik Teori Tempat Sentral Christaller dan Wilayah Pasar Lösch Sub Topik 1. Konsep tempat sentral dan wilayah pelayanan. 2. Ambang permintaan (threshold) dan jangkauan pelayanan (range). 3. Hierarki pusat pelayanan dan jenis barang atau jasa. 4. Asumsi serta pola wilayah pelayanan dalam model Christaller. 5. Wilayah pasar dan orientasi keuntungan dalam pendekatan Lösch. 6. Perbandingan kedua teori dan relevansinya bagi persebaran perdagangan serta fasilitas pelayanan.
|
4 |
| 6 |
sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.2-Mahasiswa mampu membandingkan konsep, asumsi, dan keterbatasan teori lokasi Von Thünen, Weber, Christaller, Lösch, dan Hotelling dalam menjelaskan lokasi kegiatan serta pola penggunaan ruang. |
Mahasiswa mampu menjelaskan asumsi pasar linear; menunjukkan perubahan wilayah pasar akibat perubahan lokasi penjual; serta menjelaskan keterbatasan model. |
Kriteria Ketepatan memahami konsep/teori Teknik Penilaian lembar hasil simulasi dan refleksi tertulis individual. |
Kuliah Tatap Muka di Kelas,Penjelasan Materi,[PM=50 Menit] Kuliah Tatap Muka di Kelas,Penugasan,[KP=50 Menit] |
Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Penjelasan Materi,[PM=50 Menit] Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Penugasan,[KP=50 Menit] |
Topik Teori Hotelling dan Persaingan Lokasi Sub Topik 1. Konsep ketergantungan lokasi antarpelaku usaha. 2. Asumsi pasar linear dan persebaran konsumen. 3. Hubungan jarak, biaya perjalanan konsumen, dan pembagian wilayah pasar. 4. Simulasi pilihan lokasi dua penjual dengan harga yang dianggap sama. 5. Perbedaan kepentingan pelaku usaha dan kemudahan akses konsumen. 6. Pengaruh perubahan asumsi serta keterbatasan model untuk menjelaskan lokasi perdagangan nyata.
|
4 |
| 7 |
sub.cpmk.PW002.CPMK02-1.1-Mahasiswa mampu menjelaskan keterkaitan teori keruangan dengan perencanaan sektoral, meliputi pertanian, industri, perdagangan, transportasi, dan pelayanan publik, dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan melalui studi kasus sederhana. |
Mahasiswa mampu membandingkan faktor penentu lokasi pada teori klasik; memilih teori yang sesuai dengan kasus; serta mengidentifikasi aspek kasus yang belum dijelaskan teori tersebut. |
Kriteria Ketepatan memahami konsep/teori Teknik Tes tertulis individual berbasis kasus singkat dengan pedoman penskoran. |
Kuliah Tatap Muka di Kelas,Penjelasan Materi,[PM=30 Menit] Kuliah Tatap Muka di Kelas,Diskusi Mandiri,[DM=20 Menit] Kuliah Tatap Muka di Kelas,Kuis,[K=50 Menit] |
Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Penjelasan Materi,[PM=30 Menit] Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Diskusi Mandiri,[DM=20 Menit] Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Kuis,[K=50 Menit] |
Topik Sintesis dan Penerapan Teori Lokasi Klasik Sub Topik 1. Perbandingan objek, asumsi, dan faktor penentu lokasi dalam teori Von Thünen, Weber, Christaller, Lösch, dan Hotelling. 2. Perbedaan penjelasan berdasarkan biaya minimum, wilayah pelayanan, dan persaingan lokasi. 3. Pemilihan teori yang sesuai dengan karakteristik kasus. 4. Identifikasi kesesuaian dan penyimpangan kondisi nyata terhadap model. 5. Keterkaitan teori lokasi dengan sektor pertanian, industri, perdagangan, dan pelayanan. 6. Diskusi keterbatasan pertimbangan ekonomi dalam menjelaskan pilihan lokasi.
|
4 |
| 8 |
sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.1-Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar ruang, lokasi, pola dan struktur ruang, serta aksesibilitas dan interaksi keruangan dalam konteks perencanaan wilayah dan kota. sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.2-Mahasiswa mampu membandingkan konsep, asumsi, dan keterbatasan teori lokasi Von Thünen, Weber, Christaller, Lösch, dan Hotelling dalam menjelaskan lokasi kegiatan serta pola penggunaan ruang. sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.3-Mahasiswa mampu menjelaskan pola dan perkembangan ruang perkotaan berdasarkan model konsentris, sektoral, dan inti ganda serta hubungannya dengan aksesibilitas dan sewa lahan melalui studi kasus sederhana. |
Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar keruangan; membandingkan asumsi dan mekanisme teori lokasi klasik; serta menggunakan teori yang sesuai untuk menjelaskan kasus sederhana. |
Kriteria Kemampuan Menjawab Pertanyaan/ Ketepatan Jawaban Teknik Tes tertulis individual berupa jawaban singkat, uraian komparatif, dan kasus terstruktur. |
Ujian Terjadwal,Ujian Terjadwal,[UT=75 Menit] |
Ujian Terjadwal,Ujian Terjadwal,[UT=75 Menit] |
Topik Ujian Tengah Semester Sub Topik 1. Konsep dasar ruang, lokasi, wilayah, dan skala. 2. Pola, struktur, jarak, dan aksesibilitas. 3. Konsep serta asumsi teori lokasi klasik. 4. Perbandingan faktor penentu lokasi antarteori. 5. Penjelasan kasus sederhana menggunakan teori lokasi yang sesuai. |
20 |
| 9 |
sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.1-Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar ruang, lokasi, pola dan struktur ruang, serta aksesibilitas dan interaksi keruangan dalam konteks perencanaan wilayah dan kota. sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.3-Mahasiswa mampu menjelaskan pola dan perkembangan ruang perkotaan berdasarkan model konsentris, sektoral, dan inti ganda serta hubungannya dengan aksesibilitas dan sewa lahan melalui studi kasus sederhana. |
Mahasiswa mampu membedakan harga dan sewa lahan; membaca grafik bid-rent sederhana; serta menjelaskan hubungan aksesibilitas, biaya perjalanan, dan penggunaan lahan. |
Kriteria Ketepatan memahami konsep/teori Teknik penilaain lembar hasil diskusi kelas |
Kuliah Tatap Muka di Kelas,Penjelasan Materi,[PM=30 Menit] Kuliah Tatap Muka di Kelas,Diskusi Mandiri,[DM=60 Menit] |
Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Penjelasan Materi,[PM=30 Menit] Penugasan Mandiri/ Studi Kasus,Diskusi Mandiri,[DM=60 Menit] |
Topik Sewa Lahan dan Pembentukan Penggunaan Lahan Perkotaan Sub Topik 1. Perbedaan konsep harga lahan dan sewa lahan. 2. Hubungan aksesibilitas, biaya perjalanan, dan pilihan lokasi. 3. Pengantar teori penawaran sewa lahan (bid-rent). 4. Persaingan penggunaan lahan antara perdagangan, industri, dan permukiman. 5. Hubungan jarak dari pusat kegiatan dengan sewa dan intensitas penggunaan lahan. 6. Pembacaan grafik sederhana serta keterbatasan asumsi kota dengan satu pusat.
|
4 |
| 10 |
sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.1-Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar ruang, lokasi, pola dan struktur ruang, serta aksesibilitas dan interaksi keruangan dalam konteks perencanaan wilayah dan kota. sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.3-Mahasiswa mampu menjelaskan pola dan perkembangan ruang perkotaan berdasarkan model konsentris, sektoral, dan inti ganda serta hubungannya dengan aksesibilitas dan sewa lahan melalui studi kasus sederhana. |
Mahasiswa mampu menggambarkan model konsentris dan sektoral; menunjukkan perbedaan pola penggunaan ruang; serta menjelaskan kesesuaian dan keterbatasan kedua model berdasarkan peta kasus. |
Kriteria Ketepatan memahami konsep/teori Teknik Pengamatan langsung terhadap demonstrasi individual menggambar atau menandai model pada peta, dilanjutkan penjelasan lisan dan tanya jawab |
Kuliah Tatap Muka di Kelas,Penjelasan Materi,[PM=30 Menit] Kuliah Tatap Muka di Kelas,Diskusi Mandiri,[DM=30 Menit] Kuliah Tatap Muka di Kelas,Presentasi/ Paparan,[PST=40 Menit] |
Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Penjelasan Materi,[PM=30 Menit] Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Diskusi Mandiri,[DM=30 Menit] Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Presentasi/ Paparan,[PST=40 Menit] |
Topik Model Struktur Ruang Kota Konsentris dan Sektoral Sub Topik 1. Latar belakang dan asumsi model konsentris Burgess. 2. Pembagian zona dan proses perubahan penggunaan ruang dalam model konsentris. 3. Latar belakang dan asumsi model sektoral Hoyt. 4. Peran koridor transportasi dan pola permukiman dalam pembentukan sektor. 5. Persamaan dan perbedaan model konsentris dan sektoral. 6. Kesesuaian serta keterbatasan kedua model untuk membaca struktur kota di Indonesia.
|
4 |
| 11 |
sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.1-Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar ruang, lokasi, pola dan struktur ruang, serta aksesibilitas dan interaksi keruangan dalam konteks perencanaan wilayah dan kota. sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.3-Mahasiswa mampu menjelaskan pola dan perkembangan ruang perkotaan berdasarkan model konsentris, sektoral, dan inti ganda serta hubungannya dengan aksesibilitas dan sewa lahan melalui studi kasus sederhana. |
Mahasiswa mampu menunjukkan pusat-pusat kegiatan pada peta; menggambarkan hubungan antarkegiatan; serta menjelaskan kesesuaian pola kawasan dengan model inti ganda berdasarkan bukti keruangan. |
Kriteria Ketepatan memahami konsep/teori Teknik Pengamatan langsung terhadap demonstrasi individual menandai pusat kegiatan dan hubungan antarpusat pada peta, dilanjutkan penjelasan lisan |
Kuliah Tatap Muka di Kelas,Penjelasan Materi,[PM=30 Menit] Kuliah Tatap Muka di Kelas,Focus Group Discussion,[FGD=70 Menit] |
Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Penjelasan Materi,[PM=30 Menit] Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Focus Group Discussion,[FGD=70 Menit] |
Topik Model Inti Ganda dan Perkembangan Pusat Kegiatan Sub Topik 1. Latar belakang dan konsep model inti ganda Harris–Ullman. 2. Faktor pembentuk beberapa pusat kegiatan dalam kota. 3. Hubungan saling menarik dan saling menghindari antarkegiatan. 4. Peran kawasan industri, perdagangan, pendidikan, dan permukiman dalam pembentukan pusat kegiatan. 5. Pengantar struktur perkotaan polisentris dan hubungannya dengan model inti ganda. 6. Identifikasi pusat kegiatan serta hubungan antarpusat melalui peta sederhana.
|
4 |
| 12 |
sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.1-Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar ruang, lokasi, pola dan struktur ruang, serta aksesibilitas dan interaksi keruangan dalam konteks perencanaan wilayah dan kota. sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.3-Mahasiswa mampu menjelaskan pola dan perkembangan ruang perkotaan berdasarkan model konsentris, sektoral, dan inti ganda serta hubungannya dengan aksesibilitas dan sewa lahan melalui studi kasus sederhana. |
Mahasiswa mampu mengenali arus manusia, barang, dan pelayanan; menjelaskan faktor pembentuk interaksi; serta menghubungkan interaksi dengan kebutuhan transportasi dan pelayanan. |
Kriteria Kemampuan Menjawab Pertanyaan/ Ketepatan Jawaban Teknik Tes tertulis individual berupa interpretasi diagram arus dan kasus singkat. |
Kuliah Tatap Muka di Kelas,Penjelasan Materi,[PM=50 Menit] Kuliah Tatap Muka di Kelas,Kuis,[K=50 Menit] |
Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Penjelasan Materi,[PM=50 Menit] Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Kuis,[K=50 Menit] |
Topik Interaksi Keruangan dan Hubungan Desa–Kota Sub Topik 1. Pengertian serta bentuk interaksi keruangan. 2. Komplementaritas atau saling melengkapi antarwilayah. 3. Kesempatan antara dan kemudahan perpindahan sebagai faktor interaksi. 4. Arus manusia, barang, dan pelayanan dalam hubungan desa–kota. 5. Hambatan jarak serta pengantar model gravitasi secara konseptual. 6. Implikasi hubungan desa–kota bagi transportasi, distribusi hasil pertanian, dan pelayanan masyarakat.
|
4 |
| 13 |
sub.cpmk.PW002.CPMK02-1.1-Mahasiswa mampu menjelaskan keterkaitan teori keruangan dengan perencanaan sektoral, meliputi pertanian, industri, perdagangan, transportasi, dan pelayanan publik, dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan melalui studi kasus sederhana. |
Mahasiswa mampu membedakan suburbanisasi, periurbanisasi, dan urban sprawl; mengidentifikasi perubahan kawasan terbangun dari dua peta; serta menjelaskan dampaknya terhadap infrastruktur dan lingkungan. |
Kriteria Presensi Kehadiran Teknik penilaian lembar observasi |
Kuliah Tatap Muka di Kelas,Penjelasan Materi,[PM=40 Menit] Kuliah Tatap Muka di Kelas,Diskusi Mandiri,[DM=60 Menit] |
Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Penjelasan Materi,[PM=40 Menit] Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Diskusi Mandiri,[DM=60 Menit] |
Topik Dinamika Ruang Pinggiran dan Perluasan Perkotaan Sub Topik 1. Pengertian suburbanisasi, periurbanisasi, dan urban sprawl. 2. Faktor pendorong pertumbuhan kawasan pinggiran. 3. Bentuk perluasan kawasan terbangun: menerus, mengikuti koridor, dan meloncat. 4. Konversi lahan pertanian serta perubahan kegiatan sosial dan ekonomi. 5. Hubungan jaringan transportasi dengan perluasan perkotaan. 6. Dampak perluasan kota terhadap kebutuhan infrastruktur, perjalanan, dan lingkungan.
|
4 |
| 14 |
sub.cpmk.PW002.CPMK02-1.1-Mahasiswa mampu menjelaskan keterkaitan teori keruangan dengan perencanaan sektoral, meliputi pertanian, industri, perdagangan, transportasi, dan pelayanan publik, dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan melalui studi kasus sederhana. |
Mahasiswa secara berkelompok mampu mengidentifikasi persoalan akses atau konflik penggunaan lahan; menyusun matriks perbandingan dua alternatif lokasi fasilitas; serta merumuskan kesimpulan berdasarkan aksesibilitas, pemerataan, dan lingkungan. |
Kriteria Kedalaman Analisis Teknik Penilaian hasil tugas kelompok berupa matriks perbandingan, peta/sketsa pendukung, dan argumentasi tertulis |
Kuliah Tatap Muka di Kelas,Penjelasan Materi,[PM=30 Menit] Kuliah Tatap Muka di Kelas,Penugasan,[KP=70 Menit] |
Kuliah/ Praktikum Lapangan,Penjelasan Materi,[PM=30 Menit] Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Penugasan,[KP=70 Menit] |
Topik Permasalahan Keruangan dan Pertimbangan Perencanaan Sub Topik 1. Ketimpangan persebaran dan akses terhadap fasilitas pelayanan. 2. Segregasi sosial dan keterpisahan lokasi tempat tinggal dengan tempat bekerja. 3. Konflik penggunaan lahan antarkegiatan. 4. Pertimbangan daya dukung lingkungan, kawasan lindung, dan risiko bencana dalam pilihan lokasi. 5. Keterkaitan perencanaan transportasi, permukiman, industri, dan pelayanan publik. 6. Perbandingan alternatif lokasi sederhana berdasarkan aksesibilitas, pemerataan, dan keberlanjutan lingkungan.
|
10 |
| 15 |
sub.cpmk.PW002.CPMK02-1.1-Mahasiswa mampu menjelaskan keterkaitan teori keruangan dengan perencanaan sektoral, meliputi pertanian, industri, perdagangan, transportasi, dan pelayanan publik, dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan melalui studi kasus sederhana. |
Mahasiswa mampu menjelaskan kawasan menggunakan sedikitnya dua teori yang relevan; menunjukkan bukti pendukung dan keterbatasan teori; menjelaskan implikasi sektoral serta lingkungan; dan mempertanggungjawabkan pemahamannya secara individual. |
Kriteria Kemampuan Pemaparan/ Presentasi Teknik Penilaian presentasi kelompok, peta/sketsa pendukung, tanya jawab individual, dan refleksi tertulis |
Kuliah Tatap Muka di Kelas,Presentasi/ Paparan,[PST=60 Menit] Kuliah Tatap Muka di Kelas,Diskusi Mandiri,[DM=40 Menit] |
Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Presentasi/ Paparan,[PST=60 Menit] Kuliah Tatap Muka Daring (Video Conference),Diskusi Mandiri,[DM=40 Menit] |
Topik Sintesis Studi Kasus Keruangan Sub Topik 1. Identifikasi karakteristik kawasan melalui peta, data sederhana, dan hasil pengamatan. 2. Penjelasan lokasi kegiatan menggunakan teori lokasi klasik. 3. Penjelasan pola kawasan menggunakan model struktur ruang kota. 4. Identifikasi interaksi antarkegiatan dan hubungan dengan kawasan sekitarnya. 5. Penjelasan keterbatasan teori serta implikasi sektoral dan lingkungan dari kondisi kawasan. 6. Presentasi, diskusi, dan refleksi atas hasil pembacaan kasus. |
5 |
| 16 |
sub.cpmk.PW002.CPMK02-1.1-Mahasiswa mampu menjelaskan keterkaitan teori keruangan dengan perencanaan sektoral, meliputi pertanian, industri, perdagangan, transportasi, dan pelayanan publik, dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan melalui studi kasus sederhana. |
Mahasiswa mampu menjelaskan hubungan sewa lahan dan struktur kota; membandingkan model struktur ruang; serta menjelaskan persoalan keruangan dan implikasi sektoral serta lingkungannya melalui integrasi teori. |
Kriteria Teknik Tes tertulis individual berbasis kasus, dilengkapi peta, grafik, atau data sederhana serta pedoman penskoran. |
Ujian Terjadwal,Ujian Terjadwal,[UT=75 Menit] |
Ujian Terjadwal,Ujian Terjadwal,[UT=75 Menit] |
Topik Ujian Akhir Semester Sub Topik 1. Hubungan aksesibilitas, sewa lahan, dan penggunaan lahan perkotaan. 2. Perbandingan model konsentris, sektoral, dan inti ganda. 3. Interaksi desa–kota serta dinamika ruang pinggiran. 4. Penjelasan persoalan keruangan melalui integrasi teori. 5. Keterkaitan pilihan lokasi dengan perencanaan sektoral, pemerataan pelayanan, dan keberlanjutan lingkungan. |
20 |
| CPL | MK | CPMK | Observasi/ Partisipasi | Kuis | Tugas Individu | Tes Tertulis (UTS) | Unjuk Kerja | Tugas Kelompok | Tes Tertulis (UAS) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| CPL01 | TEORI KERUANGAN | CPMK01-1 | Y | Y | Y | Y | Y | ||
| CPL02 | TEORI KERUANGAN | CPMK02-1 | Y | Y | Y | Y | Y |
| CPL | CPMK | Sub-CPMK | Detail Penugasan (Teknik Penilaian) | Bobot % | Kriteria Penilaian |
|---|---|---|---|---|---|
| CPL01 | CPMK01-1 | sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.1 | Observasi terstruktur terhadap tanggapan lisan atau tertulis | 2 | Presensi Kehadiran |
| CPL01 | CPMK01-1 | sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.1 | Tes tertulis individual berupa jawaban singkat dan interpretasi peta sederhana | 3 | Kemampuan Menjawab Pertanyaan/ Ketepatan Jawaban |
| CPL01 | CPMK01-1 | sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.2 | Penilaian lembar kerja individu berupa sketsa dan penjelasan kasus | 4 | Ketepatan memahami konsep/teori |
| CPL01 | CPMK01-1 | sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.2 | Penilaian lembar kerja kasus lokasi industri | 4 | Ketepatan memahami konsep/teori |
| CPL01 | CPMK01-1 | sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.2 | Penilaian sketsa pusat pelayanan dan tabel perbandingan teori | 4 | Ketepatan memahami konsep/teori |
| CPL01 | CPMK01-1 | sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.2 | Penilaian lembar hasil simulasi dan refleksi tertulis individual. | 4 | Ketepatan memahami konsep/teori |
| CPL02 | CPMK02-1 | sub.cpmk.PW002.CPMK02-1.1 | Tes tertulis individual berbasis kasus singkat dengan pedoman penskoran. | 4 | Ketepatan memahami konsep/teori |
| CPL01 | CPMK01-1 | sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.1, sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.2, sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.3 | Tes tertulis individual berupa jawaban singkat, uraian komparatif, dan kasus terstruktur. | 20 | Kemampuan Menjawab Pertanyaan/ Ketepatan Jawaban |
| CPL01 | CPMK01-1 | sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.1, sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.3 | penilaain lembar hasil diskusi kelas | 4 | Ketepatan memahami konsep/teori |
| CPL01 | CPMK01-1 | sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.1, sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.3 | Pengamatan langsung terhadap demonstrasi individual menggambar atau menandai model pada peta, dilanjutkan penjelasan lisan dan tanya jawab | 4 | Ketepatan memahami konsep/teori |
| CPL01 | CPMK01-1 | sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.1, sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.3 | Pengamatan langsung terhadap demonstrasi individual menandai pusat kegiatan dan hubungan antarpusat pada peta, dilanjutkan penjelasan lisan | 4 | Ketepatan memahami konsep/teori |
| CPL01 | CPMK01-1 | sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.1, sub.cpmk.PW002.CPMK01-1.3 | Tes tertulis individual berupa interpretasi diagram arus dan kasus singkat. | 4 | Kemampuan Menjawab Pertanyaan/ Ketepatan Jawaban |
| CPL02 | CPMK02-1 | sub.cpmk.PW002.CPMK02-1.1 | penilaian lembar observasi | 4 | Presensi Kehadiran |
| CPL02 | CPMK02-1 | sub.cpmk.PW002.CPMK02-1.1 | Penilaian hasil tugas kelompok berupa matriks perbandingan, peta/sketsa pendukung, dan argumentasi tertulis | 10 | Kedalaman Analisis |
| CPL02 | CPMK02-1 | sub.cpmk.PW002.CPMK02-1.1 | Penilaian presentasi kelompok, peta/sketsa pendukung, tanya jawab individual, dan refleksi tertulis | 5 | Kemampuan Pemaparan/ Presentasi |
| CPL02 | CPMK02-1 | sub.cpmk.PW002.CPMK02-1.1 | Tes tertulis individual berbasis kasus, dilengkapi peta, grafik, atau data sederhana serta pedoman penskoran. | 20 | |
| Total | 100 | ||||
| CPL | MK | CPMK | Observasi/ Partisipasi | Kuis | Tugas Individu | Tes Tertulis (UTS) | Unjuk Kerja | Tugas Kelompok | Tes Tertulis (UAS) | Total |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| CPL01 | TEORI KERUANGAN | CPMK01-1 | 6% | 7% | 16% | 20% | 8% | 0% | 0% | 57% |
| CPL02 | TEORI KERUANGAN | CPMK02-1 | 4% | 4% | 0% | 0% | 5% | 10% | 20% | 43% |
| 100% | ||||||||||