|
|
UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
|
RPS--AR071 |
| RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER | ||||||
| MATA KULIAH (MK) | KODE | Rumpun MK | BOBOT (sks) | SEMESTER | Tanggal Penyusunan | |
| ARSITEKTUR DAN PERILAKU | AR071 | Sejarah dan Humaniora | T= 2 | 4 | 05 Feb 2026 | |
| Pengesahan | Dosen Pengembang RPS | Koordinator RMK | Ka PRODI |
|
RR. Sophia Ratna Haryati, S.T., M.Sc. |
RR. Sophia Ratna Haryati, ST, M.Sc. |
Ani Hastuti Arthasari, S.T., M.Sc. |
| Capaian Pembelajaran | CPL-PRODI yang dibebankan pada MK | |
| CPL04 | Menguasai konsep umum sejarah arsitektur, antropologi budaya, dan ilmu perilaku manusia. | |
| Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) | ||
| CPMK271 | Menguasai konsep umum ilmu perilaku manusia | |
| Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK) | ||
| sub.cpmk.AR071.CPMK271.1 | Mampu menjelaskan lingkup materi psikologi perilaku arsitektur dan kebutuhan dasar manusia; aspek perilaku manusia terhadap lingkungan tentang proses individual dan proses sosial; stress lingkungan dan coping behaviour. | |
| sub.cpmk.AR071.CPMK271.2 | Mampu menjelaskan makna ‘dwelling’ dan ‘gender’, serta pengaruhnya terhadap perilaku manusia dalam menata ruang. | |
| sub.cpmk.AR071.CPMK271.3 | Mampu menjelaskan pengaruh struktur ruang kota terhadap cognitive map dan perilaku manusia, serta memberikan contoh terkait. | |
| sub.cpmk.AR071.CPMK271.4 | Mampu membuat rekomendasi desain dengan menggunakan metode dalam penelitian perilaku, metode observasi, jenis/model observasi, sehingga mampu melakukan pemetaan perilaku terhadap obyek kajian arsitektur. | |
| Korelasi CPMK terhadap Sub-CPMK | ||
| CPMK271 |
sub.cpmk.AR071.CPMK271.1 sub.cpmk.AR071.CPMK271.2 sub.cpmk.AR071.CPMK271.3 sub.cpmk.AR071.CPMK271.4 |
|
| Deskripsi Singkat MK | Arsitektur perilaku adalah bidang studi yang berfokus pada bagaimana desain lingkungan fisik memengaruhi perilaku manusia. Ini mencakup berbagai aspek seperti tata letak bangunan, penggunaan ruang, pencahayaan, suara, dan elemen desain lainnya yang dapat mempengaruhi bagaimana orang berinteraksi dengan lingkungan mereka dan satu sama lain. Tujuan dari arsitektur perilaku adalah untuk menciptakan ruang yang tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional dan mendukung kesejahteraan serta produktivitas penghuninya. | |
| Bahan Kajian : Materi Pembelajaran | 1. Hubungan arsitektur perilaku dan lingkungan dengan tata ruang 2. Konsep penting dalam kajian arsitektur perilaku dan hubungannya dengan lingkungan 3. Faktor yang mempengaruhi perilaku 4. Hubungan desain dan perilaku pada setting bangunan individu dan bangunan komunal (publik) 5. Metodologi penelitian untuk kajian arsitektur perilaku dan lingkungan 6. Sensing urban space 7. Boundary individu terhadap masyarakat 8. Konsep panopticism dan pengaruh rasa takut terhadap perilaku manusia 9. Kota yang ‘membahagiakan’ dan pengaruhnya terhadap perilaku yang berlandaskan sustainability. 10. Lingkungan dilihat dari perilaku dan juga aktivitas yang membentuknya | |
| Pustaka | Utama | |
|
||
| Pendukung | ||
|
||
| Dosen Pengampu | Rr. Sophia Ratna Haryati, S.T., M.Sc. | |
| Mata Kuliah Syarat | - | |
| Pertemuan Ke | Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-CPMK) | Penilaian | Bentuk Pembelajaran; Metode Pembelajaran; Penugasan Mahasiswa; | Materi Pembelajaran | Bobot Penilaian | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Indikator | Kriteria & Teknik | Luring | Daring | ||||
| 1 |
sub.cpmk.AR071.CPMK271.1-Mampu menjelaskan lingkup materi psikologi perilaku arsitektur dan kebutuhan dasar manusia; aspek perilaku manusia terhadap lingkungan tentang proses individual dan proses sosial; stress lingkungan dan coping behaviour. sub.cpmk.AR071.CPMK271.2-Mampu menjelaskan makna ‘dwelling’ dan ‘gender’, serta pengaruhnya terhadap perilaku manusia dalam menata ruang. |
Mahasiswa memiliki pemahaman bahwa arsitektur perilaku merupakan suatu pendekatan fenemenologi dalam studi perilaku. |
Kriteria Ketepatan menjelaskan Teknik Dikusi sebagai respon terhadap penyampaian materi. |
Kuliah,Presentasi,[PS=50 Menit] Kuliah,Diskusi,[DS=50 Menit] Pemahaman Materi Mandiri,Self-Directed Learning,[=240 Menit] |
Topik Hubungan arsitektur perilaku dan lingkungan dengan tata ruang. Sub Topik 1. Perilaku sebagai suatu pendekatan 2. Pendekatan fenemenologi dalam studi perilaku 3. Kerangka studi arsitektur perilaku
|
0.5 | |
| 2 |
sub.cpmk.AR071.CPMK271.1-Mampu menjelaskan lingkup materi psikologi perilaku arsitektur dan kebutuhan dasar manusia; aspek perilaku manusia terhadap lingkungan tentang proses individual dan proses sosial; stress lingkungan dan coping behaviour. sub.cpmk.AR071.CPMK271.4-Mampu membuat rekomendasi desain dengan menggunakan metode dalam penelitian perilaku, metode observasi, jenis/model observasi, sehingga mampu melakukan pemetaan perilaku terhadap obyek kajian arsitektur. |
Mahasiswa memiliki pemahaman mengenai setting perilaku, persepsi tentang lingkungan, serta lingkungan yang terpersepsikan. |
Kriteria Ketepatan menjelaskan Teknik Tugas 1 Kelompok 5 orang Lakukanlah survei ke sebuah open space (taman kota, city walk, danau, dll) Kemudian buatlah analisa dengan merujuk kepada 11 atribut lingkungan fisik dan perilaku (menurut Windley dan Scheidt). |
Kuliah,Discovery Learning,[=100 Menit] Penugasan,Collaborative Learning,[=240 Menit] |
Topik Konsep penting dalam kajian arsitektur perilaku dan hubungannya dengan lingkungan. Sub Topik 1. Behavior setting (setting perilaku) 2. Environmental perceptio (persepsi tentang lingkungan) 3. Perceived environment (lingkungan yang terpersepsikan)
|
5 | |
| 3 |
sub.cpmk.AR071.CPMK271.1-Mampu menjelaskan lingkup materi psikologi perilaku arsitektur dan kebutuhan dasar manusia; aspek perilaku manusia terhadap lingkungan tentang proses individual dan proses sosial; stress lingkungan dan coping behaviour. sub.cpmk.AR071.CPMK271.3-Mampu menjelaskan pengaruh struktur ruang kota terhadap cognitive map dan perilaku manusia, serta memberikan contoh terkait. sub.cpmk.AR071.CPMK271.4-Mampu membuat rekomendasi desain dengan menggunakan metode dalam penelitian perilaku, metode observasi, jenis/model observasi, sehingga mampu melakukan pemetaan perilaku terhadap obyek kajian arsitektur. |
Mahasiswa memiliki pemahaman mengenai kognisi lingkungan, citra, dan skemata. |
Kriteria Ketepatan menganalisis Teknik Tugas 2 - Kelompok 5 orang Setelah Anda membuat pemetaan behavior setting pada suatu ruang terbuka, maka buatlah analisa tentang : a. persepsi lingkungan objek lokasi yang Anda amati. b. estetika lingkungan objek lokasi yang Anda amati c. kognisi lingkungan objek lokasi yang Anda amat |
Kuliah,Discovery Learning,[=100 Menit] Penugasan,Collaborative Learning,[=240 Menit] |
Topik Konsep penting dalam kajian arsitektur perilaku dan hubungannya dengan lingkungan. Sub Topik 1. Environmental Cognition, Cognitive Map, Imageability, dan Environmental Learning
|
5 | |
| 4 |
sub.cpmk.AR071.CPMK271.1-Mampu menjelaskan lingkup materi psikologi perilaku arsitektur dan kebutuhan dasar manusia; aspek perilaku manusia terhadap lingkungan tentang proses individual dan proses sosial; stress lingkungan dan coping behaviour. sub.cpmk.AR071.CPMK271.2-Mampu menjelaskan makna ‘dwelling’ dan ‘gender’, serta pengaruhnya terhadap perilaku manusia dalam menata ruang. sub.cpmk.AR071.CPMK271.3-Mampu menjelaskan pengaruh struktur ruang kota terhadap cognitive map dan perilaku manusia, serta memberikan contoh terkait. sub.cpmk.AR071.CPMK271.4-Mampu membuat rekomendasi desain dengan menggunakan metode dalam penelitian perilaku, metode observasi, jenis/model observasi, sehingga mampu melakukan pemetaan perilaku terhadap obyek kajian arsitektur. |
Mahasiswa memiliki pemahaman mengenai teritori, ruang personal dan kesumpekan, serta pengaruh tekanan lingkungan, stress, dan strategi penanggulangannya. |
Kriteria Ketepatan menganalisis Teknik Tugas 3 - Kelompok 5 orang Buatlah analisa pada suatu kompleks lingkungan binaan (misalnya kawasan kelurahan) dengan menggunakan sembilan konsep arsitektur perilaku dan hubungannya dengan lingkungan. Pada analisis jelaskan dengan gambar dan ilustrasi permasalahan yang ada dan ususlan cara penanggulangannya, jika di dalam lingkungan tersebut terdapat permasalahan lingkunga. Berlaku hal yang sama juga dengan kelebihan yang ada di kawasan kelurahan tersebut. |
Kuliah,Discovery Learning,[=100 Menit] Penugasan,Collaborative Learning,[=240 Menit] |
Topik Konsep penting dalam kajian arsitektur perilaku dan hubungannya dengan lingkungan (bagian 3) Sub Topik 1. Territory (teritori) 2. Personal space and crowding (ruang personal dan kesumpekan) 3. Environmental pressures, stress, and coping strategy (tekanan lingkungan, stress, dan strategi penanggulangannya)
|
5 | |
| 5 |
sub.cpmk.AR071.CPMK271.1-Mampu menjelaskan lingkup materi psikologi perilaku arsitektur dan kebutuhan dasar manusia; aspek perilaku manusia terhadap lingkungan tentang proses individual dan proses sosial; stress lingkungan dan coping behaviour. sub.cpmk.AR071.CPMK271.2-Mampu menjelaskan makna ‘dwelling’ dan ‘gender’, serta pengaruhnya terhadap perilaku manusia dalam menata ruang. sub.cpmk.AR071.CPMK271.4-Mampu membuat rekomendasi desain dengan menggunakan metode dalam penelitian perilaku, metode observasi, jenis/model observasi, sehingga mampu melakukan pemetaan perilaku terhadap obyek kajian arsitektur. |
Mahasiswa memiliki pemahaman bahwa terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku. |
Kriteria Ketepatan menjelaskan Teknik Diskusi sebagai respon terhadap penyampaian materi. |
Kuliah,Presentasi,[PS=50 Menit] Kuliah,Diskusi,[DS=50 Menit] Pemahaman Materi Mandiri,Self-Directed Learning,[=240 Menit] |
Topik Faktor yang mempengaruhi perilaku. Sub Topik 1. Ukuran, bentuk, dan fungsi ruang yang mempengaruhi perilaku 2. Warna dan penataan perabot yang mempengaruhi perilaku 3. Suhu, temperatur, dan pencahayaan yang mempengaruhi perilaku |
0.5 | |
| 6 |
sub.cpmk.AR071.CPMK271.1-Mampu menjelaskan lingkup materi psikologi perilaku arsitektur dan kebutuhan dasar manusia; aspek perilaku manusia terhadap lingkungan tentang proses individual dan proses sosial; stress lingkungan dan coping behaviour. sub.cpmk.AR071.CPMK271.2-Mampu menjelaskan makna ‘dwelling’ dan ‘gender’, serta pengaruhnya terhadap perilaku manusia dalam menata ruang. sub.cpmk.AR071.CPMK271.4-Mampu membuat rekomendasi desain dengan menggunakan metode dalam penelitian perilaku, metode observasi, jenis/model observasi, sehingga mampu melakukan pemetaan perilaku terhadap obyek kajian arsitektur. |
Mahasiswa memiliki pemahaman mengenai adanya faktor yang mempengaruhi perilaku di rumah dan perumahan |
Kriteria Ketepatan menjelaskan Teknik Diskusi sebagai respon terhadap penyampaian materi. |
Kuliah,Presentasi,[PS=50 Menit] Kuliah,Diskusi,[DS=50 Menit] Pemahaman Materi Mandiri,Self-Directed Learning,[=240 Menit] |
Topik Hubungan desain dan perilaku pada setting bangunan individu dan bangunan komunal (publik). Sub Topik Faktor yang mempengaruhi perilaku di rumah dan perumahan (faktor kultur, faktor religi, dan faktor kebiasaan / adat istiadat)
|
0.5 | |
| 7 |
sub.cpmk.AR071.CPMK271.1-Mampu menjelaskan lingkup materi psikologi perilaku arsitektur dan kebutuhan dasar manusia; aspek perilaku manusia terhadap lingkungan tentang proses individual dan proses sosial; stress lingkungan dan coping behaviour. sub.cpmk.AR071.CPMK271.3-Mampu menjelaskan pengaruh struktur ruang kota terhadap cognitive map dan perilaku manusia, serta memberikan contoh terkait. sub.cpmk.AR071.CPMK271.4-Mampu membuat rekomendasi desain dengan menggunakan metode dalam penelitian perilaku, metode observasi, jenis/model observasi, sehingga mampu melakukan pemetaan perilaku terhadap obyek kajian arsitektur. |
Mahasiswa memiliki pemahaman tentang Bentuk ruang kegiatan manusia |
Kriteria Ketepatan mengidentifikasi Teknik Tugas 4 - Kelompok 5 orang Buatlah analisa pada suatu kompleks lingkungan binaan (misalnya kawasan kelurahan) dengan menggunakan sembilan konsep arsitektur perilaku dan hubungannya dengan lingkungan. Pada analisis jelaskan dengan gambar dan ilustrasi permasalahan yang ada dan ususlan cara penanggulangannya, jika di dalam lingkungan tersebut terdapat permasalahan lingkunga. Berlaku hal yang sama juga dengan kelebihan yang ada di kawasan kelurahan tersebut |
Kuliah,Discovery Learning,[=100 Menit] Penugasan,Collaborative Learning,[=240 Menit] |
Topik Hubungan desain dan perilaku pada setting bangunan individu dan bangunan komunal (publik). Sub Topik 1. Bentuk ruang kegiatan manusia (home range) 2. Ruang personal manusia (personal distance / space) 3. Susunan ruang kota berdampak pada bentuk pola perilaku manusia
|
5 | |
| 8 |
sub.cpmk.AR071.CPMK271.1-Mampu menjelaskan lingkup materi psikologi perilaku arsitektur dan kebutuhan dasar manusia; aspek perilaku manusia terhadap lingkungan tentang proses individual dan proses sosial; stress lingkungan dan coping behaviour. sub.cpmk.AR071.CPMK271.2-Mampu menjelaskan makna ‘dwelling’ dan ‘gender’, serta pengaruhnya terhadap perilaku manusia dalam menata ruang. sub.cpmk.AR071.CPMK271.3-Mampu menjelaskan pengaruh struktur ruang kota terhadap cognitive map dan perilaku manusia, serta memberikan contoh terkait. sub.cpmk.AR071.CPMK271.4-Mampu membuat rekomendasi desain dengan menggunakan metode dalam penelitian perilaku, metode observasi, jenis/model observasi, sehingga mampu melakukan pemetaan perilaku terhadap obyek kajian arsitektur. |
Membuat analisa pada pola setting ruang perilakunya dengan menggunakan Sembilan Konsep Kajian Arsitektur Perilaku dengan Lingkungan Binaannya. |
Kriteria Ketepatan menganalisis Teknik Memberikan soal UTS kepada mahasiswa untuk membuat analisis suatu kawasan permukiman padat (kampung kota) yang memiliki nilai historis, tradisional, atau kearifan lokal. Lakukan kajian hubungan antara manusia dan lingkungan binaan dengan pendekatan arsitektur perilaku. Aspek yang dinilai: deskripsi kawasan, pola aktivitas dan setting perilaku, persepsi pengguna terhadap lingkungan, pemahaman kognitif terhadap lingkungan, citra kawasan dan dampaknya terhadap perilaku, proses pembelajaran lingkungan, kualitas lingkungan dan dampak psikologis, pembagian wilayah, ruang personal dan kepadatan, tekanan lingkungan dan strategi adaptasi. |
Ujian Terjadwal,Durasi Sesuai Arahan DAAK,[D=75 Menit] |
Penugasan,Studi Kasus,[SK=165 Menit] |
Topik UTS Sub Topik Evaluasi pemahaman pola setting ruang perilakunya dengan menggunakan Sembilan Konsep Kajian Arsitektur Perilaku dengan Lingkungan Binaannya. |
25 |
| 9 |
sub.cpmk.AR071.CPMK271.1-Mampu menjelaskan lingkup materi psikologi perilaku arsitektur dan kebutuhan dasar manusia; aspek perilaku manusia terhadap lingkungan tentang proses individual dan proses sosial; stress lingkungan dan coping behaviour. sub.cpmk.AR071.CPMK271.2-Mampu menjelaskan makna ‘dwelling’ dan ‘gender’, serta pengaruhnya terhadap perilaku manusia dalam menata ruang. sub.cpmk.AR071.CPMK271.3-Mampu menjelaskan pengaruh struktur ruang kota terhadap cognitive map dan perilaku manusia, serta memberikan contoh terkait. sub.cpmk.AR071.CPMK271.4-Mampu membuat rekomendasi desain dengan menggunakan metode dalam penelitian perilaku, metode observasi, jenis/model observasi, sehingga mampu melakukan pemetaan perilaku terhadap obyek kajian arsitektur. |
Mahasiswa memiliki pemahaman tentang dasar metodologi penelitian untuk kajian arsitektur perilaku dan lingkungan. |
Kriteria Ketepatan membuat konsep Teknik Tugas 5 - Individu Penerapan Metode Riset Arsitektur Perilaku dan Lingkungan dengan metode observasi partisipatif, pemetaan perilaku, serta wawancara dalam mengkaji hubungan antara perilaku manusia dan lingkungan binaan. 1. Observasi Partisipatif (Observation Participation) 2. Pemetaan Perilaku (Behavioral Mapping) 3. Kuesioner dan Wawancara (Interview) Format Pengumpulan: Ukuran kertas: A4, Font: Times New Roman 12, Spasi: 1,5, Panjang laporan: 5–8 halaman Lampiran: Foto lapangan, Peta perilaku, Hasil wawancara |
Kuliah,Discovery Learning,[=100 Menit] Penugasan,Tugas Take Home,[TH=240 Menit] |
Topik Dasar metodologi penelitian untuk kajian arsitektur perilaku dan lingkungan. Sub Topik 1. Metode riset di bidang arsitektur perilaku dan lingkungan. 2. Observasi partisipatif (observation participation). 3. Pemetaan perilaku (Behavioral mapping). 4. Kuesioner dan wawancara (interview).
|
5 | |
| 10 |
sub.cpmk.AR071.CPMK271.1-Mampu menjelaskan lingkup materi psikologi perilaku arsitektur dan kebutuhan dasar manusia; aspek perilaku manusia terhadap lingkungan tentang proses individual dan proses sosial; stress lingkungan dan coping behaviour. sub.cpmk.AR071.CPMK271.2-Mampu menjelaskan makna ‘dwelling’ dan ‘gender’, serta pengaruhnya terhadap perilaku manusia dalam menata ruang. sub.cpmk.AR071.CPMK271.3-Mampu menjelaskan pengaruh struktur ruang kota terhadap cognitive map dan perilaku manusia, serta memberikan contoh terkait. sub.cpmk.AR071.CPMK271.4-Mampu membuat rekomendasi desain dengan menggunakan metode dalam penelitian perilaku, metode observasi, jenis/model observasi, sehingga mampu melakukan pemetaan perilaku terhadap obyek kajian arsitektur. |
Mahasiswa memilikipemahaman mengenai sensing urban space pada cognitive map suatu kota. |
Kriteria Ketepatan menjelaskan Teknik Diskusi sebagai respon terhadap penyampaian materi. |
Kuliah,Presentasi,[PS=50 Menit] Kuliah,Diskusi,[DS=50 Menit] Pemahaman Materi Mandiri,Self-Directed Learning,[=240 Menit] |
Topik Sensing urban space Sub Topik Pengaruh struktur kota terhadap cognitive map manusia atau masyarakatnya
|
0.5 | |
| 11 |
sub.cpmk.AR071.CPMK271.1-Mampu menjelaskan lingkup materi psikologi perilaku arsitektur dan kebutuhan dasar manusia; aspek perilaku manusia terhadap lingkungan tentang proses individual dan proses sosial; stress lingkungan dan coping behaviour. sub.cpmk.AR071.CPMK271.2-Mampu menjelaskan makna ‘dwelling’ dan ‘gender’, serta pengaruhnya terhadap perilaku manusia dalam menata ruang. sub.cpmk.AR071.CPMK271.3-Mampu menjelaskan pengaruh struktur ruang kota terhadap cognitive map dan perilaku manusia, serta memberikan contoh terkait. sub.cpmk.AR071.CPMK271.4-Mampu membuat rekomendasi desain dengan menggunakan metode dalam penelitian perilaku, metode observasi, jenis/model observasi, sehingga mampu melakukan pemetaan perilaku terhadap obyek kajian arsitektur. |
Melatih kemampuan observasi dan analisis visual, khushsnya terkait boundary sosial. |
Kriteria Ketepatan membuat gambar Teknik Kuis individu Instruksi membuat 5 sketsa warna: 1. Jalan Kota 2. Plaza Publik 3. Halaman Rumah 4. Teras 5. Ruang Dalam Rumah Pada setiap sketsa jelaskan: tingkat privasi, tingkat interaksi sosial, dan boundary yang terbentuk Output: Bundling sketsa dalam format scan pdf |
Kuliah,Presentasi,[PS=50 Menit] Penugasan,Kuis,[K=50 Menit] Pemahaman Materi Mandiri,Self-Directed Learning,[=240 Menit] |
Topik Boundary individu terhadap masyarakat. Sub Topik 1. Pengaruh kepadatan dan keramaian kota terhadap perilaku masyarakat kota. 2. Manusia menanggapi keramaian dan berperilaku di ruang publik.
|
2.5 | |
| 12 |
sub.cpmk.AR071.CPMK271.1-Mampu menjelaskan lingkup materi psikologi perilaku arsitektur dan kebutuhan dasar manusia; aspek perilaku manusia terhadap lingkungan tentang proses individual dan proses sosial; stress lingkungan dan coping behaviour. sub.cpmk.AR071.CPMK271.2-Mampu menjelaskan makna ‘dwelling’ dan ‘gender’, serta pengaruhnya terhadap perilaku manusia dalam menata ruang. sub.cpmk.AR071.CPMK271.3-Mampu menjelaskan pengaruh struktur ruang kota terhadap cognitive map dan perilaku manusia, serta memberikan contoh terkait. sub.cpmk.AR071.CPMK271.4-Mampu membuat rekomendasi desain dengan menggunakan metode dalam penelitian perilaku, metode observasi, jenis/model observasi, sehingga mampu melakukan pemetaan perilaku terhadap obyek kajian arsitektur. |
Mahasiswa memiliki pemahaman tentang konsep panopticism dan pengaruh rasa takut terhadap perilaku manusia. |
Kriteria Ketepatan menganalisis Teknik Tugas 6 : Kelompok Topik: Panopticism dan Pengaruh Desain Ruang terhadap Perilaku Manusia Bagian 1. Observasi Lapangan, kemudian: amati, identifikasi, dan dokumentasikan Elemen Pengawasan Bagian 2. Analisis Perilaku dengan menjawab pertanyaan berikut: 1. Apakah pengguna ruang terlihat menyadari adanya pengawasan? 2. Bagaimana perilaku pengguna ketika berada di area yang mudah terlihat? 3. Bagaimana perilaku pengguna pada area yang kurang terlihat? 4. Apakah terdapat perbedaan perilaku antara area yang diawasi dan tidak diawasi? Jelaskan dengan bukti observasi. Bagian 3. Sketsa Analisis Panopticism 1. Layout Ruang 2. Sketsa gambar Diagram Pengawasan dengan notasi Output yang Dikumpulkan: Format PDF yang berisi: 1. Cover 2. Pendahuluan 3. Hasil Observasi 4. Peta Lokasi 5. Dokumentasi Foto 6. Sketsa Analisis 7. Diagram Panopticism 8. Pembahasan 9. Kesimpulan 10. Daftar Pustaka |
Kuliah,Discovery Learning,[=100 Menit] Penugasan,Collaborative Learning,[=240 Menit] |
Topik Konsep panopticism dan pengaruh rasa takut terhadap perilaku manusia. Sub Topik 1. Konsep panopticism dalam arsitektur perilaku. 2. Contoh kasus pengaruh rasa takut terhadap perilaku manusia dalam menata ruang.
|
5 | |
| 13 |
sub.cpmk.AR071.CPMK271.1-Mampu menjelaskan lingkup materi psikologi perilaku arsitektur dan kebutuhan dasar manusia; aspek perilaku manusia terhadap lingkungan tentang proses individual dan proses sosial; stress lingkungan dan coping behaviour. sub.cpmk.AR071.CPMK271.2-Mampu menjelaskan makna ‘dwelling’ dan ‘gender’, serta pengaruhnya terhadap perilaku manusia dalam menata ruang. sub.cpmk.AR071.CPMK271.3-Mampu menjelaskan pengaruh struktur ruang kota terhadap cognitive map dan perilaku manusia, serta memberikan contoh terkait. sub.cpmk.AR071.CPMK271.4-Mampu membuat rekomendasi desain dengan menggunakan metode dalam penelitian perilaku, metode observasi, jenis/model observasi, sehingga mampu melakukan pemetaan perilaku terhadap obyek kajian arsitektur. |
Mahasiswa memiliki pemahaman mengenai bentuk dan cir-ciri kota yang ‘membahagiakan’ dan pengaruhnya terhadap perilaku yang berlandaskan sustainability. |
Kriteria Ketepatan memahami Teknik Diskusi sebagai respon terhadap penyampaian materi. |
Kuliah,Presentasi,[PS=50 Menit] Kuliah,Diskusi,[DS=50 Menit] Pemahaman Materi Mandiri,Self-Directed Learning,[=240 Menit] |
Topik Bentuk dan ciri-ciri " Happy City dan Sustainable City, yaitu kota yang ‘membahagiakan’ dan pengaruhnya terhadap perilaku yang berlandaskan sustainability. Sub Topik 1. Konsepsi arsitektur dan kota yang membahagiakan. 2. Contoh arsitektur dan kota yang disengaja dan tak disengaja bahagia (nyaman)
|
0.5 | |
| 14 |
sub.cpmk.AR071.CPMK271.1-Mampu menjelaskan lingkup materi psikologi perilaku arsitektur dan kebutuhan dasar manusia; aspek perilaku manusia terhadap lingkungan tentang proses individual dan proses sosial; stress lingkungan dan coping behaviour. sub.cpmk.AR071.CPMK271.2-Mampu menjelaskan makna ‘dwelling’ dan ‘gender’, serta pengaruhnya terhadap perilaku manusia dalam menata ruang. sub.cpmk.AR071.CPMK271.3-Mampu menjelaskan pengaruh struktur ruang kota terhadap cognitive map dan perilaku manusia, serta memberikan contoh terkait. sub.cpmk.AR071.CPMK271.4-Mampu membuat rekomendasi desain dengan menggunakan metode dalam penelitian perilaku, metode observasi, jenis/model observasi, sehingga mampu melakukan pemetaan perilaku terhadap obyek kajian arsitektur. |
Mahasiswa memiliki pemahaman mengenai perilaku pada bangunan publik akan lebih kompleks, terutama pada bangunan publik yang memiliki berbagai macam fungsi dan pengguna. |
Kriteria Ketepatan menganalisis Teknik Tugas 7 Kuliah Lapangan ke Museum Sandi di Kotabaru dan area sekitarnya |
Kuliah,Presentasi,[PS=100 Menit] Pemahaman Studi Kasus,Studi Kasus,[SK=240 Menit] |
Topik Lingkungan dilihat dari perilaku dan juga aktivitas yang membentuknya. Sub Topik 1. Contoh kasus perilaku di bangunan publik (misal: pasar, rumah sakit, dll) 2. Contoh kasus perilaku di vertikal housing / permukiman susun (misal; apartemen, rumah susun, dll)
|
5 | |
| 15 |
sub.cpmk.AR071.CPMK271.1-Mampu menjelaskan lingkup materi psikologi perilaku arsitektur dan kebutuhan dasar manusia; aspek perilaku manusia terhadap lingkungan tentang proses individual dan proses sosial; stress lingkungan dan coping behaviour. sub.cpmk.AR071.CPMK271.2-Mampu menjelaskan makna ‘dwelling’ dan ‘gender’, serta pengaruhnya terhadap perilaku manusia dalam menata ruang. sub.cpmk.AR071.CPMK271.3-Mampu menjelaskan pengaruh struktur ruang kota terhadap cognitive map dan perilaku manusia, serta memberikan contoh terkait. sub.cpmk.AR071.CPMK271.4-Mampu membuat rekomendasi desain dengan menggunakan metode dalam penelitian perilaku, metode observasi, jenis/model observasi, sehingga mampu melakukan pemetaan perilaku terhadap obyek kajian arsitektur. |
Mahasiswa memiliki pemahaman mengenai perilaku yang terjadi di pemukiman kota pada area padat penduduk dengan yang jarang penduduk akan sangatlah berbeda. |
Kriteria Ketepatan menganalisis Teknik Tugas 8 - Kelompok Kuliah Lapangan Jelajah Kawasan Kotabaru dan sekitarnya |
Kuliah,Presentasi,[PS=100 Menit] Pemahaman Studi Kasus,Studi Kasus,[SK=239 Menit] |
Topik Lingkungan dilihat dari perilaku dan juga aktivitas yang membentuknya. Sub Topik 1. Contoh kasus perilaku pada area pemukiman padat penduduk (misal: di tengah kota, di tepian sungai) 2. Contoh kasus perilaku manusia di lingkungan yang banyak ruang terbuka dengan lingkungan yang minin ruang terbuka
|
5 | |
| 16 |
sub.cpmk.AR071.CPMK271.1-Mampu menjelaskan lingkup materi psikologi perilaku arsitektur dan kebutuhan dasar manusia; aspek perilaku manusia terhadap lingkungan tentang proses individual dan proses sosial; stress lingkungan dan coping behaviour. sub.cpmk.AR071.CPMK271.2-Mampu menjelaskan makna ‘dwelling’ dan ‘gender’, serta pengaruhnya terhadap perilaku manusia dalam menata ruang. sub.cpmk.AR071.CPMK271.3-Mampu menjelaskan pengaruh struktur ruang kota terhadap cognitive map dan perilaku manusia, serta memberikan contoh terkait. sub.cpmk.AR071.CPMK271.4-Mampu membuat rekomendasi desain dengan menggunakan metode dalam penelitian perilaku, metode observasi, jenis/model observasi, sehingga mampu melakukan pemetaan perilaku terhadap obyek kajian arsitektur. |
Membuat Analisis "Lingkungan Dilihat dari Perilaku dan Aktivitas yang Membentuknya" dan keberagaman fungsi tersebut membentuk pola perilaku manusia yang menarik untuk dikaji dari perspektif Arsitektur Perilaku. |
Kriteria Ketepatan menganalisis Teknik Buatlah sebuah makalah kajian studi kasus berdasarkan satu spot/lokasi spesifik yang berada di Kawasan Kotabaru, Yogyakarta. Keberagaman fungsi tersebut membentuk pola perilaku manusia yang menarik untuk dikaji dari perspektif Arsitektur Perilaku. Mahasiswa diminta memilih satu lokasi yang spesifik (misalnya satu ruas jalan, taman, simpang jalan, plaza, area sekolah, rumah sakit, kawasan pertokoan, atau ruang publik lainnya) sebagai objek penelitian. Komponen Penilaian 1. Deskripsi Kondisi Eksisting (Bobot 5%) 2. Observasi Partisipatif dan Behavioral Mapping (Bobot 15%) 3. Cognitive Mapping (Bobot 20%) 4. Analisis Kepadatan dan Keramaian terhadap Perilaku Pengguna (Bobot 20%) 5. Analisis Konsep Panopticism (Bobot 20%) 6. Analisis Sustainability terhadap Perilaku Pengguna (Bobot 20%) Selanjutnya simpulkan apakah lokasi tersebut dapat dikategorikan sebagai: Happy Place, yaitu ruang yang mampu meningkatkan kenyamanan, interaksi sosial, kesehatan mental, keamanan, serta kualitas hidup penggunanya. |
Ujian Terjadwal,Durasi Sesuai Arahan DAAK,[D=75 Menit] |
Pemahaman Studi Kasus,Studi Kasus,[SK=165 Menit] |
Topik Ujian Akhir Semester Sub Topik Ujian Akhir Semester |
30 |
| CPL | MK | CPMK | Keaktifan | Tugas Kelompok | Tugas Individu | Kuis | Tes Tulis (UAS) | Tes Tulis (UTS) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| CPL04 | ARSITEKTUR DAN PERILAKU | CPMK271 | Y | Y | Y | Y | Y | Y |
| CPL | CPMK | Sub-CPMK | Detail Penugasan (Teknik Penilaian) | Bobot % | Kriteria Penilaian |
|---|---|---|---|---|---|
| CPL04 | CPMK271 | sub.cpmk.AR071.CPMK271.1, sub.cpmk.AR071.CPMK271.2 | Dikusi sebagai respon terhadap penyampaian materi. | 0.5 | Ketepatan menjelaskan |
| CPL04 | CPMK271 | sub.cpmk.AR071.CPMK271.1, sub.cpmk.AR071.CPMK271.4 | Tugas 1 Kelompok 5 orang Lakukanlah survei ke sebuah open space (taman kota, city walk, danau, dll) Kemudian buatlah analisa dengan merujuk kepada 11 atribut lingkungan fisik dan perilaku (menurut Windley dan Scheidt). | 5 | Ketepatan menjelaskan |
| CPL04 | CPMK271 | sub.cpmk.AR071.CPMK271.1, sub.cpmk.AR071.CPMK271.3, sub.cpmk.AR071.CPMK271.4 | Tugas 2 - Kelompok 5 orang Setelah Anda membuat pemetaan behavior setting pada suatu ruang terbuka, maka buatlah analisa tentang : a. persepsi lingkungan objek lokasi yang Anda amati. b. estetika lingkungan objek lokasi yang Anda amati c. kognisi lingkungan objek lokasi yang Anda amat | 5 | Ketepatan menganalisis |
| CPL04 | CPMK271 | sub.cpmk.AR071.CPMK271.1, sub.cpmk.AR071.CPMK271.2, sub.cpmk.AR071.CPMK271.3, sub.cpmk.AR071.CPMK271.4 | Tugas 3 - Kelompok 5 orang Buatlah analisa pada suatu kompleks lingkungan binaan (misalnya kawasan kelurahan) dengan menggunakan sembilan konsep arsitektur perilaku dan hubungannya dengan lingkungan. Pada analisis jelaskan dengan gambar dan ilustrasi permasalahan yang ada dan ususlan cara penanggulangannya, jika di dalam lingkungan tersebut terdapat permasalahan lingkunga. Berlaku hal yang sama juga dengan kelebihan yang ada di kawasan kelurahan tersebut. | 5 | Ketepatan menganalisis |
| CPL04 | CPMK271 | sub.cpmk.AR071.CPMK271.1, sub.cpmk.AR071.CPMK271.2, sub.cpmk.AR071.CPMK271.4 | Diskusi sebagai respon terhadap penyampaian materi. | 0.5 | Ketepatan menjelaskan |
| CPL04 | CPMK271 | sub.cpmk.AR071.CPMK271.1, sub.cpmk.AR071.CPMK271.2, sub.cpmk.AR071.CPMK271.4 | Diskusi sebagai respon terhadap penyampaian materi. | 0.5 | Ketepatan menjelaskan |
| CPL04 | CPMK271 | sub.cpmk.AR071.CPMK271.1, sub.cpmk.AR071.CPMK271.3, sub.cpmk.AR071.CPMK271.4 | Tugas 4 - Kelompok 5 orang Buatlah analisa pada suatu kompleks lingkungan binaan (misalnya kawasan kelurahan) dengan menggunakan sembilan konsep arsitektur perilaku dan hubungannya dengan lingkungan. Pada analisis jelaskan dengan gambar dan ilustrasi permasalahan yang ada dan ususlan cara penanggulangannya, jika di dalam lingkungan tersebut terdapat permasalahan lingkunga. Berlaku hal yang sama juga dengan kelebihan yang ada di kawasan kelurahan tersebut | 5 | Ketepatan mengidentifikasi |
| CPL04 | CPMK271 | sub.cpmk.AR071.CPMK271.1, sub.cpmk.AR071.CPMK271.2, sub.cpmk.AR071.CPMK271.3, sub.cpmk.AR071.CPMK271.4 | Memberikan soal UTS kepada mahasiswa untuk membuat analisis suatu kawasan permukiman padat (kampung kota) yang memiliki nilai historis, tradisional, atau kearifan lokal. Lakukan kajian hubungan antara manusia dan lingkungan binaan dengan pendekatan arsitektur perilaku. Aspek yang dinilai: deskripsi kawasan, pola aktivitas dan setting perilaku, persepsi pengguna terhadap lingkungan, pemahaman kognitif terhadap lingkungan, citra kawasan dan dampaknya terhadap perilaku, proses pembelajaran lingkungan, kualitas lingkungan dan dampak psikologis, pembagian wilayah, ruang personal dan kepadatan, tekanan lingkungan dan strategi adaptasi. | 25 | Ketepatan menganalisis |
| CPL04 | CPMK271 | sub.cpmk.AR071.CPMK271.1, sub.cpmk.AR071.CPMK271.2, sub.cpmk.AR071.CPMK271.3, sub.cpmk.AR071.CPMK271.4 | Tugas 5 - Individu Penerapan Metode Riset Arsitektur Perilaku dan Lingkungan dengan metode observasi partisipatif, pemetaan perilaku, serta wawancara dalam mengkaji hubungan antara perilaku manusia dan lingkungan binaan. 1. Observasi Partisipatif (Observation Participation) 2. Pemetaan Perilaku (Behavioral Mapping) 3. Kuesioner dan Wawancara (Interview) Format Pengumpulan: Ukuran kertas: A4, Font: Times New Roman 12, Spasi: 1,5, Panjang laporan: 5–8 halaman Lampiran: Foto lapangan, Peta perilaku, Hasil wawancara | 5 | Ketepatan membuat konsep |
| CPL04 | CPMK271 | sub.cpmk.AR071.CPMK271.1, sub.cpmk.AR071.CPMK271.2, sub.cpmk.AR071.CPMK271.3, sub.cpmk.AR071.CPMK271.4 | Diskusi sebagai respon terhadap penyampaian materi. | 0.5 | Ketepatan menjelaskan |
| CPL04 | CPMK271 | sub.cpmk.AR071.CPMK271.1, sub.cpmk.AR071.CPMK271.2, sub.cpmk.AR071.CPMK271.3, sub.cpmk.AR071.CPMK271.4 | Kuis individu Instruksi membuat 5 sketsa warna: 1. Jalan Kota 2. Plaza Publik 3. Halaman Rumah 4. Teras 5. Ruang Dalam Rumah Pada setiap sketsa jelaskan: tingkat privasi, tingkat interaksi sosial, dan boundary yang terbentuk Output: Bundling sketsa dalam format scan pdf | 2.5 | Ketepatan membuat gambar |
| CPL04 | CPMK271 | sub.cpmk.AR071.CPMK271.1, sub.cpmk.AR071.CPMK271.2, sub.cpmk.AR071.CPMK271.3, sub.cpmk.AR071.CPMK271.4 | Tugas 6 : Kelompok Topik: Panopticism dan Pengaruh Desain Ruang terhadap Perilaku Manusia Bagian 1. Observasi Lapangan, kemudian: amati, identifikasi, dan dokumentasikan Elemen Pengawasan Bagian 2. Analisis Perilaku dengan menjawab pertanyaan berikut: 1. Apakah pengguna ruang terlihat menyadari adanya pengawasan? 2. Bagaimana perilaku pengguna ketika berada di area yang mudah terlihat? 3. Bagaimana perilaku pengguna pada area yang kurang terlihat? 4. Apakah terdapat perbedaan perilaku antara area yang diawasi dan tidak diawasi? Jelaskan dengan bukti observasi. Bagian 3. Sketsa Analisis Panopticism 1. Layout Ruang 2. Sketsa gambar Diagram Pengawasan dengan notasi Output yang Dikumpulkan: Format PDF yang berisi: 1. Cover 2. Pendahuluan 3. Hasil Observasi 4. Peta Lokasi 5. Dokumentasi Foto 6. Sketsa Analisis 7. Diagram Panopticism 8. Pembahasan 9. Kesimpulan 10. Daftar Pustaka | 5 | Ketepatan menganalisis |
| CPL04 | CPMK271 | sub.cpmk.AR071.CPMK271.1, sub.cpmk.AR071.CPMK271.2, sub.cpmk.AR071.CPMK271.3, sub.cpmk.AR071.CPMK271.4 | Diskusi sebagai respon terhadap penyampaian materi. | 0.5 | Ketepatan memahami |
| CPL04 | CPMK271 | sub.cpmk.AR071.CPMK271.1, sub.cpmk.AR071.CPMK271.2, sub.cpmk.AR071.CPMK271.3, sub.cpmk.AR071.CPMK271.4 | Tugas 7 Kuliah Lapangan ke Museum Sandi di Kotabaru dan area sekitarnya | 5 | Ketepatan menganalisis |
| CPL04 | CPMK271 | sub.cpmk.AR071.CPMK271.1, sub.cpmk.AR071.CPMK271.2, sub.cpmk.AR071.CPMK271.3, sub.cpmk.AR071.CPMK271.4 | Tugas 8 - Kelompok Kuliah Lapangan Jelajah Kawasan Kotabaru dan sekitarnya | 5 | Ketepatan menganalisis |
| CPL04 | CPMK271 | sub.cpmk.AR071.CPMK271.1, sub.cpmk.AR071.CPMK271.2, sub.cpmk.AR071.CPMK271.3, sub.cpmk.AR071.CPMK271.4 | Buatlah sebuah makalah kajian studi kasus berdasarkan satu spot/lokasi spesifik yang berada di Kawasan Kotabaru, Yogyakarta. Keberagaman fungsi tersebut membentuk pola perilaku manusia yang menarik untuk dikaji dari perspektif Arsitektur Perilaku. Mahasiswa diminta memilih satu lokasi yang spesifik (misalnya satu ruas jalan, taman, simpang jalan, plaza, area sekolah, rumah sakit, kawasan pertokoan, atau ruang publik lainnya) sebagai objek penelitian. Komponen Penilaian 1. Deskripsi Kondisi Eksisting (Bobot 5%) 2. Observasi Partisipatif dan Behavioral Mapping (Bobot 15%) 3. Cognitive Mapping (Bobot 20%) 4. Analisis Kepadatan dan Keramaian terhadap Perilaku Pengguna (Bobot 20%) 5. Analisis Konsep Panopticism (Bobot 20%) 6. Analisis Sustainability terhadap Perilaku Pengguna (Bobot 20%) Selanjutnya simpulkan apakah lokasi tersebut dapat dikategorikan sebagai: Happy Place, yaitu ruang yang mampu meningkatkan kenyamanan, interaksi sosial, kesehatan mental, keamanan, serta kualitas hidup penggunanya. | 30 | Ketepatan menganalisis |
| Total | 100 | ||||
| CPL | MK | CPMK | Keaktifan | Tugas Kelompok | Tugas Individu | Kuis | Tes Tulis (UAS) | Tes Tulis (UTS) | Total |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| CPL04 | ARSITEKTUR DAN PERILAKU | CPMK271 | 2.5% | 35% | 5% | 2.5% | 30% | 25% | 100% |
| 100% | |||||||||